TANGKAL COVID-19, KUA DI PANDEGLANG PERKETAT PROTOKOL LAYANAN NIKAH


Salah satu prosesi akad nikah di wilayah kerja KUA Majasari, Kabupaten Pandeglang.

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Sebagai upaya menangkal penyebaran Virus Corona (Covid-19), Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Pandeglang memberlakukan protokol khusus dalam melaksanakan layanan nikah, baik yang dilaksanakan di dalam maupun di luar kantor KUA.

Menurut Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang Asep Mulyadi, protokol khusus ini mengacu pada Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor P.002/Dj.III/Hk.007/03/2020. Dalam edaran tersebut diatur pernikahan di kantor KUA hanya boleh dihadiri maksimal oleh 10 orang, calon pengantin (Catin) dan keluarganya harus membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker dan petugas, wali nikah dan Catin laki-laki harus menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

Protokol yang sama berlaku untuk akad nikah yang dilakukan di luar kantor KUA, ditambah dengan keharus dilaksanakan di ruang terbuka atau berventilasi sehat. “Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bersama, ketentuan ini agar dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam layanan masyarakat ini,” himbau Asep seraya meminta jajarannya menjalin kerjasama dengan petugas Puskesmas untuk memeriksa kondisi kesehatan Catin.

Mengingat pelayanan KUA harus tetap berjalan, ia mengharapkan semua KUA menerapkan piket kantor, dengan cara menugaskan 1 orang staf setiap harinya, dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dan menjaga kesehatan sanitasi lingkungan. “Bagi KUA yg melakukan aktifitas piket di kantor KUA agar melaporkan kegiatan dan jumlah pegawai yang dilibatkan. Bagi pegawai yang sedang tidak mendapat giliran piket, tetap bekerja di rumah sesuai instruksi, kecuali ada sesuatu yang sangat penting yang mengharuskannya ke kantor,” tegasnya.

Agar berlaku efektif, protokol khusus ini perlu terus disosialisasikan. Misalnya dengan membuat surat edaran bagi perangkat desa, sebagaimana dilakukan Farhan Rosyadi, Kepala KUA Kaduhejo. “Alhamdulillah Catin dan wali nikah dapat menerimanya. Mereka mengerti dengan situasi saat ini. Bahkan mereka sudah mmpersiapkannya,” jelas Farhan.

Hal yang sama diungkapkan Yusup, Kepala KUA Majasari. “Protokol ini dan himbauan terkait lainnya terus kami sosialisasikan kepada masyarakat, baik yang nikah di kantor maupun di rumah. Mereka umumnya patuh karena mereka juga kalau melanggar tahu resikonya,” ungkapnya.

Meskipun demikian, masih ada Catin yang tidak sepenuhnya mematuhi protokol tersebut, sebagaimana diakui Kepala KUA Cimanuk Ayep Saepul Anwar. “Himabau selalu kami berikah kepada Catin dan keluarganya untuk memakai pelindung diri berupa sarung tangan dan masker. Namun dalam implementasinya masih ada saja Catin yang mengabaikannya dengan alasan pengap, tidak nyaman dan lain sebagainya,” keluh Ayep.

Sebelumnya KEMENAG PANDEGLANG CAIRKAN DANA BOS MI DAN MTS RP. 23 MILYAR
Selanjutnya Pelayanan Publik Tanpa Tatap Muka (online) Selama Pelaksanaan Sistem Kerja Pegawai dari Rumah Tinggal (Work From Home)