1

Juni
2021

Kakanwil Kemenag Pakai Busana Khas Baduy Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Nanang Fatchurochman mengikuti upacara peringatan hari lahir Pancasila secara virtual di kediamannya, di Kota Serang, Selasa (01/05/2021).

Upacara yang digelar di Gedung Pancasila Kementerian Dalam Negeri ini dipimpin oleh Presiden Jokowi yang bertindak sebagai inspektur Upacara.

Upacara ini juga diikuti oleh para Menteri dan Pejabat dari kantor atau tempat tinggalnya masing-masing.

Dalam kesempatan ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengunakan busana adat Madura, sedangkan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bante  menggunakan busana adat Baduy.

Nanang Fatchurochman mengajak warga Banten untuk tetap menjaga dan mengimplementasikan Pancasila.

"Selamat hari lahir Pancasila, ayo masyarakat Banten, mari terus kita jaga Pancasila, mari kita implementasikan setiap butir yang ada di dalamnya, demi Indonesia lebih maju." Ucapnya

Selain itu, iya sampaikan dalam Pancasila sangatlah erat keterkaitannya dengan Moderasi Beragama.

"Jaga Pancasila sama saja menjaga kerukunan beragama, sama saja menjaga persaudaraan antara anak bangsa dan sama saja menjaga persatuan negara, maka Pancasila perlu kita jaga dan perlu kita terapkan bersama." Ungkapnya

6

Mei
2021

Kunjungan Kakanwil Kemenag Banten di Klenteng Khong Cu Bio

Kakanwil Kemenag Provinsi Banten mengatakan Umat Agama Khonghucu sangat menyambut baik kedatangannya.

“Hari ini saya sedang berada di rumah Ibadah Khonghucu, umat Khonghucu sangat ramah menyambut saya, saya diterima baik di sini.” Ucapnya

Selain itu menurutnya keramahan yang diberikan Umat Khonghucu adalah suatu  cerminan bahwa masyarakat Indonesia selalu mengedepankan toleransi dalam kehidupan sehari-harinya.

“Ini adalah bukti nyata masyarakat Indonesia selalu mengedepankan toleransi beragama maka dari itu hal tersebut perlu dijaga, karena sebagai modal untuk menjadikan Indonesia Maju.” Ungkapnya

Di tempat yang sama, Mahi Hartono, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Provinsi Banten berterimakasih atas kehadiran Kakanwil Kemenag Provinsi Banten, ia berharap hadirnya Nanang Fatchurochman tersebut sebagai bentuk harmonisasi antara Agama.

“Saya sebagai Matakin mengucapkan terimakasih kepada Pak Nanang, semoga ke depannya kerukunan bisa selalu terjaga dan keharmonisan untuk negara Indonesia ini bisa menghasilkan ketentraman dan keharmonisan, selain itu semoga kita bisa saling bahu membahu untuk memajukan Indonesia ini.

4

Mei
2021

Kunjungan Ke Kampung Baduy Mualaf

Kemenag Provinsi Banten menyerahkan izin operasional Madrasah Raudhatul Atfal (RA) Nurul Ilmi di Kampung Baduy Mualaf, Kecamatan Leuwidamar, Kamis (20/05). Didirikannya sekolah tersebut guna meningkatkan pendidikan kepada masyarakat setempat khususnya warga Baduy yang menjadi mualaf.

Kepala Kakanwil Kemenag Banten, Nanang Fatchurohman mengatakan, kehadiran sekolah pendidikan Islam ini diharapkan bisa membimbing para mualaf untuk mempelajari hal – hal yang berkaitan dengan ajaran agama Islam.

“Hadirnya madrasah ini merupakan ladang ibadah. Oleh karenanya, saya mengapresiasi langkah Kemenag Lebak dalam memperluas pendidikan Islam khususnya di Madrasah RA ini,” kata Nanang, seusai menyerahkan berkas izin operasilan RA di Kampung Baduy Mualaf, kemarin.

Ia pun menekankan kepada dewan pengajar untuk terus bersemangat dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat yang ada di Baduy Mualaf. Sebab, tanpa semangat para dewan guru pendidikan tidak akan menghasilkan kualitas yang baik.  “Mari bersama – sama memajukan Kemenag lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.

Sementara Kepala Kemenag Lebak, Ahmad Tohawi menegaskan, kepada ASN khusunya yang sudah diikat undang-undang untuk senantiasa bisa meningkatkan etos kerjanya. “Kita ASN yang sudah diikat oleh UU untuk terus bergandengan tangan dengan rahmatan lil alamin. Menjaga marwah nama baik Kementerian Agama,” katanya.


Ia pun meminta kepada pengajar baik di RA Baduy Mualaf dan untuk semua ASN di lingkungan Pemka Lebak mematuhi peraturan dan aturan yang berlaku.

“Kabupaten Lebak 706 RA, untuk tingkat  Aliyah ada 10 sekolah yang berstatus negeri. Walaupun hanya sedikit yang berstatus negeri tapi kita mampu bersaing dengan sekolah yang lainnya,” tandasnya.(mulyana/made)

+