Keterangan Foto : SIMAKRAMA TOKOH AGAMA DI BANTEN HASILKAN DEKLARASI PIMPINAN MAJELIS AGAMA AGAMA UNTUK BANTEN DAMAI

SIMAKRAMA TOKOH AGAMA DI BANTEN HASILKAN DEKLARASI PIMPINAN MAJELIS AGAMA AGAMA UNTUK BANTEN DAMAI

Peristiwa Penting agenda Para Tokoh Agama se Provinsi Banten di Parahyangan Dharma Sidhi – Ciledug, Kota Tangerang Provinsi Banten pada 10 Oktober 2021 mengadakan Simakrama antar umat beragama yang dihadiri oleh 6 agama yang ada di Bumi Banten yang di inisiasi oleh Parisada Hindu Dharma Provinsi Banten dan difasilitasi Pemerintah Provinsi Banten, Pelaksanaan Kegiatan dilakukan secara Luring dan Daring melalui link Zoom Metting Parisada Provinsi Banten. Pada Kesempatan itu Hadir secara Daring Pak Wakil Gubernur Andika Hazrumy Mengatakan mengapresisasi kepada Parisada yang telah menginisiasi deklarasi, dengan pembangunan sumber daya manusia maka Toleransi dan moderasi beragama menjadi sangat penting seperti yang telah dilakukan oleh Pada Jaman Kesultanan Banten, maka pada tahun 2022 adalah tahun tleransi yang dinahkodai Kementerian Agama jadi sangat Penting demi kemajuan Provinsi Banten.

Nota kesepaham Kementerian agama sepatutnya untuk disepakati guna membawa Banten sebagai Provinsi yang Ketib an yang digagas Ida Bagus Alit Wiratmadja untuk menyongsong tahun Toleransi yang di program an Inten. Pertemuan Simakrama dihadiri oleh pimpinan Majelis Majelis Agama di Provinsi Banten, yang terdiri dari : MUI, FORUM PIMPINAN GEREJA, Muspija Kristen Banten, FORUM UMAT BUDHA, MATAKIN dan PHDI, Bersama Dewan Penasehat FKUB Provinsi Banten, mendeklarasikan :

  1. Kami berkeyakinanbahwa Agama-Agama di Indonesia hadir membawa misi kemanusiaan, keadilan, persatuan dan perdamaian, untuk seluruh umat manusia tanpa kecuali, segala bentuk diskriminasi, kekerasan, kebencian dan intoleransi bertentangan dengan nilai-nilai luhur dan tujuan funda mental kehadiran agama.
  2. Kami bersepakat untuk senantiasa meningkatkan kualitas kerukunan ,toleransi dan kebersamaan antar umat beragama dalam menyelesaikan segala problematika social, kemanusiaan, kebangsaan dan kemasyarakatan demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang adil, damai dan sejahtera.
  3. Kami bertekad untuk hidup Bersama secara rukun, damai dan adil dalam keragaman agama berdasarkan prinsip dasar kemanusiaan, kebangsaan dan kesederajatan sebagai warga Negara dan wargamasyarakat;
  4. Sesungguhnya perbedaan itu adalah karunia Tuhan yang kita warisi dari para leluhur kita, oleh sebab itu mari kita sikapi perbedaan itu justru sebagai Perekat untuk pemersatu, karena pelangi yang mengajarkan kita betapa indahnya perbedaan. Untuk itu, mari kita bangun toleransi dan ramu semua perbedaanitu agar menjadi satu, sehingga semuanya menjadi indah, kokoh, lestari.
  5. Kami sepakat melakukan penguatan keberagaman dan kerukunan dalam hubungan sesame umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar 1945.

 

Turut hadir dan menandatangani Deklarasai menyonsong Tahun Toleransi Tokoh enam Agama antara lain :

  1. Dari Majelis MUI Provinsi Banten Bapak KH Amin Munawar
  2. Forum Pimpinan Gereja Gereja Banten Bapak Pendeta Efrain Ferdinan
  3. Forum Umat Budda Provinsi Banten Bapak Bibit Surya Lesmana, SH
  4. Muspija Kristen Banten Bapak Pdt, Doni Susanto, S.Th.
  5. Matakin Provinsi Banten Bapak Mahi Artono
  6. Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Banten Bapak Ida Bagus Alit Wiratmadja, SH. MH

 

Hadir juga dalam penandatangan tersebut tokoh kasepuhan Hindu Bapak Agung Anom Suartha dan menyaksikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintah Provinsi Banten Bapak Gunawan Rusminto. Ap yang memberikan apressiasi kegiatan Deklarasi sebagai bentuk kerukunan yang ada di provinsi Banten agar tidak ingkar janji dengan leluhur kita sehingga terpatri dalam kehidupan bermasyarak di Banten.

Pembimas Hindu ( Sunarto) dalam kapasitas mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten yang turut dan menyaksikan deklarasi tersebut mengatakan bahwa kerukunan yang dibangun dari perbedaan dalam beragama adalah sebuah Intan yang terpendam untuk memajukan NKRI dengan dasar Pancasila dan Undang undang Dasar 1945 sebuah sikap dan harga mati demi Negeri, Selanjutnya akan saya akan memberikan paraf dan seijin para tokoh Deklarasi memohon restu untuk dimintakan tandangan kepada Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Bapak H. Nanang Fatchurochman, M.Pd