Keterangan Foto : Kakanwil Saat Menyampaikan Rilis Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri

Rilis Kanwil Kemenag Banten Tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul fitri

Serang, Dr. H. Nanang Fatchurochman, M.Pd, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, menginformasikan dan menganjurkan untuk menerapka panduan ibadah Ramadan dan Idul fitri yang diatur melalui Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia No.03 Tahun 2021, di Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten, pada Kamis (8/04/2021).
 
Dalam SE tersebut ada 11 poin di dalamnya yang mengatur terkait kegiatan selama bulan Ramadan berlangsung. Salah satunya adalah peraturan penerapan protokol kesehatan yang dikatakan oleh Kakanwil Kemenag Banten.

"Saya menghimbau kepada masyarakat Provinsi Banten untuk mematuhi Surat Edaran Menag RI ini demi kelancaran beribadah kita semua." Katanya

Selain itu, ia juga menghimbau kepada seluruh Masyarakat Provinsi Banten agar selalu menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang tertuang pada  SE Menag RI.

"Saya juga memohon agar seluruh masyarakat Banten tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dan sebagainya, serta tidak lupa pula untuk pengurus masjid mau pun musholah agar terus menjaga kebersihan lingkungannya dengan cara rutin memberikan cairan disinfektan pada permukaan setelah digunakan." Ungkapnya

Demi memutus mata rantai Covid-19 di Provinsi banten, Kakanwil Kemenag Banten juga menganjurkan untuk tidak melaksanakan agenda buka puasa bersama di luar rumah dengan banyak orang.

"Biasanya setiap Ramadan ramai kegiatan buka puasa bersama di luar rumah, entah itu dengan teman atau sanak saudara, tapi untuk kali ini saya himbau agar lebih mempererat kekeluargaan dengan cara buka bersama dengan keluarga di rumah masing-masing." Imbuhnya

Pengurangan lima puluh persen dari persentase ke seluruhan jemaah juga dibicarakan olehnya, karena menurutnya hal tersebut bertujuan untuk menerapkan jaga jarak aman dalam beribadah di Musholah/Masjid.

"Demi kebaikan bersama pengurus Masjid dan musholah pun harus mengurangi kapasitas jamaah menjadi 50% agar bisa menerapkan jarak aman saat menyelenggarakan ibadah di bulan ramadan." Tuturnya

Dengan tegas ia juga mengatakan bahwa peraturan yang ada di SE tersebut seluruhnya demi kebaikan masyarakat untuk tetap dapat menjalankan ibadah di tengah suasana pandemi.

"Saya tegaskan bahwa keseluruhan Poin yang ada di SE ini bertujuan untuk kebaikan kita, demi kelancaran ibadah kita selama 30 hari, semoga semua warga banten diberikan kesehatan lahir batin, diberikan keberkahan hingga tuntas, sehingga kita bisa bersama sama dengan keluarga untuk menyambut Idul fitri." Harapnya

Untuk diketahui inilah poin yang tertulis dalam  SE 03 Kemenag RI Tahun 2021.

1). Umat Islam, kecuali bagi yang sakit/atas alasan syar'i lainnya wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan.

2). Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga.

3). Kegiatan buka puasa bersama yanh tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

4). Pengurus masjid/mushoal dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a.Salat Fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus al-quran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musholah, menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman antar jamaah dan membawa sajadah/mukena masing-masing.

b. Pengajian/ceramah/taushiyah/kultum ramadhan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

c. Peringatan Nuzulul Qur'an di masjid/musholah dilaksanakan paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

5). Pengurus dan pengelola masjid/musholah wajib menunjuk petugas untuk menerapkan protokol kesehatan, melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musholah, menggunakan masker dan menjaga jarak aman.

6). Peringatan Nuzulul Qur'an yang diadakan di dalam mau pun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiensi paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan.

7). Vaksinasi covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadan, berpedoman pada fatwa MUI no.13 tahun 2017 tentang hukum vaksinasi covid-19 saat berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas islam lainnya.

8). Kegiatan pengumpulan dan penyalur zakat, infak dan shadaqah (ZIS), serta zakat fitrah oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan masa.

9). Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, Ukhuwwah wathaniyah, dan Ukhuwwah basyariah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiah yang dapat mengganggu persatuan umat.

10). Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam NKRI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-qur'an dan As-sunnah.

11). Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.