Keterangan Foto : -

Perjalanan Menembus KUA Terluar, KUA Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak

Setelah menempuh perjalanan panjang dengan rute menanjak dan berkelok serta pemandangan alam Taman Nasional Gunung Halimun yang menyejukkan mata, Tim Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten berhasil menginjakkan kaki di salah satu Kantor Urusan Agama terluar apabila secara geografis dituju dari pusat kota Kabupaten Lebak atau dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten yakni KUA Kecamatan Cibeber yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Perjalanan ke daerah Banten Selatan ini hampir memakan waktu 5 jam serta melewati eks pertambangan emas Cikotok yang telah mengakhiri operasional tambangnya pada tahun 2016 silam. Tugu titik nol kilometer yang berdiri di pinggiran jalan raya Bayah Cisolok seakan menjadi saksi bahwa tambang emas ini pernah jaya dan menjadi bagian sejarah bangsa Indonesia.

Jumarudin, Kepala KUA Cibeber dengan ramah dan penuh semangat menyambut Tim Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten. Kopi panas dan penganan ringan sudah tersaji ketika Jumarudin memulai perbincangan tentang keunikan Kecamatan Cibeber yang merupakan Kecamatan terluas di Kabupaten Lebak. Bagaimana tidak, karena KUA Cibeber terdiri dari 22 desa dengan jumlah penduduk hampir mencapai 60.000 jiwa berdasarkan data penduduk yang tercantum pada papan statistik KUA Cibeber. Bahkan spot wisata Citorek yang terkenal dengan negeri diatas awannya pun termasuk wilayah Kecamatan Cibeber. Karena luasnya wilayah, bukan hal yang aneh bagi Penghulu atau Kepala KUA untuk melaksanakan pencatatan pernikahan dengan menempuh jarak hampir 40 kilometer dari kantor KUA dengan kontur alam yang menanjak, berkelok dan sebagian ruas jalanan yang kurang mulus. Misalnya ketika melakukan pencatatan nikah di Desa Citorek atau dusun Cicemet yang berbatasan dengan dua Kabupaten yaitu Bogor dan Sukabumi. Sungguh pengorbanan dan keikhlasan yang luar bisa telah ditunjukkan oleh Penghulu dan Kepala KUA Kecamatan Cibeber dalam melayani masyarakat.

Hal unik lainnya dari Kecamatan Cibeber adalah terdapatnya lima Kasepuhan atau masyarakat adat di wilayah ini, yakni Kasepuhan Cisungsang, Cicarucub, Cisitu, Cibedug dan Citorek yang masih rutin melaksanakan tradisi adat seren taun, sehingga pada setiap tahunnnya Kecamatan Cibeber selalu menjadi destinasi wisata budaya ketika perayaan ini berlangsung. ( Baca Juga : Keselarasan agama dan adat pada Masyarakat adat Cisungsang )

Menurut penuturan Jumarudin, KUA Cibeber hingga hari ini masih menempati lahan berstatus tanah wakaf dan sudah dilakukan pembelian tanah untuk pembangunan gedung KUA baru yang lebih representatif. Secara geografis, Lahan baru ini hanya berjarak 2 km dengan Kantor Kecamatan Cibeber dibandingkan lokasi sekarang yang berjarak 5 km. Ketika Tim Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten berkunjung ke Kantor KUA Cibeber, terlihat akses masuk menuju Kantor KUA Cibeber hanya bisa dimasuki kendaraan roda dua dengan kontur menanjak serta harus menaiki tangga yang di cor semen bagi masyarakat pejalan kaki yang ingin mendapatkan pelayanan KUA.

Hari telah beranjak sore ketika Tim Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten harus menyudahi perbincangan inspiratif tentang kiprah para pejuang Kementerian Agama yang penuh semangat dalam melayani masyarakat ditempat yang jauh dari keramaian dan minim publikasi ini. Sungguh, di wilayah yang terpencil dan jauh dari perkotaan ini, pengorbanan dan keikhlasan sekan menemukan tempatnya.( Bersambung )