Keterangan Foto :

Menjadi KAMAD Yang Menginspirasi

Oleh: Dr. H. Suhardi, M.Ag Kasi Penmad Kemenag Kota Tangsel   Menginspirasi berarti memberikan semangat, menimbulkan impian, termasuk di dalamnya menggerakkan. Dengan demikian kepala madrasah yang menginspirasi adalah kepala madrasah yang terus memberikan semangat, impian, dan juga menggerakkan. Pertanyaannya adalah mengapa kepala madrasah harus merupakan sosok yang menginspirasi dan bagaimana caranya? Setidaknya ada empat alasan mengapa kamad harus menjadi sosok yang inspiratif. Pertama, kamad adalah orang nomor satu yang sangat menentukan maju mundurnya madrasah. Ia memiliki otoritas untuk memimpin, menggerakkan, dan melakukan perubahan. Otoritas itu akan bisa dilaksanakan dengan baik manakala dirinya mampu menginspirasi komunitas di madrasahnya untuk bergerak bersama-sama untuk memajukan madrasah. Kedua, dinamika pendidikan di madrasah berkembang sangat fluktuatif dan sangat kompleks. Hal itu dikarenakan madrasah adalah entitas pendidikan yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu diperlukan energi yang terus menyemangati seluruh komunitas madrasah, sehingga dinamikanya akan mengarah pada peningkatan yang lebih baik. Ketiga, sebagai sebuah "organisasi atau lembaga pendidikan" madrasah tidak luput dari masalah atau konflik-konflik baik internal maupun eksternal. Dalam konteks ini kamad harus mampu mengelola konflik tsb secara positif dan produktif. Kalau dirinya tampil sebagai sosok yang menginspirasi, maka niscaya konflik-konflik tsb akan bisa diselesaikan dengan baik, bahkan justru akan menjadi titik dinamika yang positif dan produktif. Keempat, kepala madrasah dituntut untuk meninggalkan jejak sejarah yang bermanfaat dan membanggakan madrasah. Hal itu bisa dilakukan kalau jejak tersebut adalah sesuatu yang menginspirasi, seperti prestasi yang prestisius, kebijakan yang inovatif, sistem yang efektif, dan sebagainya. Selanjutnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh kamad agar dirinya tampil menjadi orang yang menginspirasi. Pertama, kamad harus merumuskan visi dan misi bersama madrasah. Awalnya bisa saja merupakan visi dan misi pribadi, tetapi pada akhirnya harus merupakan visi dan misi bersama. Visi dan misi harus betul-betul dipahami, diyakini kebaikan dan keunggulan, dan yakin bahwa visi dan misi tsb bisa diwujudkan secara bersama-sama. Tanpa visi dan misi bersama, kamad tidak akan tahu madrasah akan dibawa ke mana. Kedua, visi dan misi tersebut harus dijabarkan ke dalam strategi, program, dan sampai kepada pendanaan, penunjukan penangungjawab program, pembiayaan, dan jadwal pelaksanaan. Kemampuan kepala madrasah untuk menjabarkan sampai pada tahap operasional seperti akan menginspirasi seluruh komunitas bhw visi dan misi itu betul-betul bisa diwujudkan. Tetapi kalau tidak, maka visi dan misi hanya sekadar lebel. Ketiga, jadilah pribadi yang terbuka dan menghargai bahkan mendorong bagi lahirnya inisiatif dan inovasi. Guru maupun siswa akan senang sekali kalau ide dan gagasannya diapresiasi apalagi sampai didukung hingga gagasan tsb benar-benar aktual. Pada gilirannya mereka akan terus berinisiatif dan berinovasi serta berusaha mengaktualisasiknnya. Keempat, menjadi pribadi pembelajar dan terus mendorong yang lainnya untuk belajar. Kepala madrasah dan komunitas yang suka belajar bisa dipastikan akan memiliki pengetahuan yang luas dan akan terdorong untuk mengembangkan inovasi dan menginspirasi lahirnya ide-ide baru. Tidak akan ada inovasi tanpa pembelajaran. Belajar dilakukan dengan membaca, berdiskusi, meneliti, dan semacamnya. Pembelajaran juga bisa dilakukan dengan cara melakanakan pelatihan, workshop, seminar, dsb. Kelima, selalu optimis dan jangan sekali-kali mengeluh. Kadang kamad akan berhadapan dengan guru, siswa, pegawai, dan bahkan orang tua yang pesimis dengan membawa sejumlah keluhan. Menghadapi hal tsb kamad harus menghadapinya dengan optimis karena tahu dan yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Semua persoalan ada jalan keluar dan bisa diselesaikan. Kamad juga harus yakin dan memastikan bahwa setiap persoalan bisa diselesaikan. Keenam, membangun jaringan atau network.