Keterangan Foto : -

LIPUTAN PELAKSANAAN PAT MADRASAH IBTIDAIYAH 2021, KREATIFITAS DI TENGAH PANDEMI

LIPUTAN PELAKSANAAN PAT MADRASAH IBTIDAIYAH 2021, KREATIFITAS DI TENGAH PANDEMI 

Sedikit berbeda dengan Penilaian Akhir Tahun ( PAT ) tahun lalu, PAT tahun 2021 di tingkat Madrasah Ibtidaiyah di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten selain digelar secara online, juga dilaksanakan luring dengan protokol kesehatan yang ketat atau yang sedikit unik, para guru mendatangi langsung rumah salah satu wali murid yang sudah dipersiapkan, di sana telah berkumpul sekelompok murid. Kertas ujian dibagikan dan ujian luring dilakukan secara lesehan di tempat seadanya.

Berdasarkan liputan Tim Humas pada pelaksanaan PAT tingkat Madrasah Ibtidaiyah yang digelar sejak 2 hingga 9 Juni 2021, perbedaan wilayah dan kondisi sosial ekonomi wali murid turut mempengaruhi pelaksanaan PAT tahun ini. Di MIN 4 Serang yang beralamat di Desa Sangiang Jl. Pamarayan-Rangkasbitung KM 05 Kp.Leuwi Banteng, kondisi sosial ekonomi wali murid yang mayoritas petani tentu kesulitan melaksanakan ujian secara daring.

Sebagaimana yang dituturkan Enok Yayat Rohayati Kepala MIN 4 Serang, keterbatasan kepemilikan smartphone android dan sinyal yang belum stabil turut mempengaruhi pelaksanaan ujian apabila digelar secara daring. Apalagi ketika pada waktu bersamaan sang kakak juga mengikuti ujian di tingkatan sekolah yang berbeda. Keterbatasan kondisi ini mengharuskan para guru mendatangi langsung sekelompok siswa sekitar 5-6 orang yang sudah berkumpul di salah satu rumah wali murid untuk mengelar ujian daring.

Kondisi serupa juga terjadi di MIN 2 Pandeglang Desa Pari Jl. Raya Pari Mandalawangi. Lilis Maryati, Kepala MIN 2 Pandeglang mengkombinasikan pelaksanaan PAT secara luring dan daring. Pelaksanaan ujian luring dengan membatasi jumlah siswa dalam kelas sesuai ketentuan Protokol Kesehatan serta menggunakan whatsapp grup untuk metode ujian daring. Hal yang tidak jauh berbeda juga dilaksanakan di MIN yang berada di daerah pedesaan dengan kondisi ekonomi orang tua murid menengah ke bawah, seperti di MIN 1 Pandeglang Desa Cibeurem Kp. Cibeureum.

Kondisi lebih menguntungkan dirasakan oleh MIN yang berada di area Tangerang Raya yang merupakan daerah perkotaan. Rafiudin, Kepala MIN 6 Tangerang yang berlokasi di Kelurahan Pagedangan Jl. Raya Pagedangan mengisahkan bahwa pada awal pelaksanaan PAT, MIN 6 Tangerang melaksanakan ujian daring dengan menggunakan google form. Hal serupa juga dituturkan oleh Asep Saefullah, Kepala MIN 3 Tangerang.

Sejak pandemi global melanda dunia sejak awal maret 2020, hampir semua sektor terkena imbasnya tak terkecuali dunia pendidikan di tanah air. Bagi siswa menengah, atas atau bangku perkuliahan, menggunakan metode daring mungkin hanya butuh waktu penyesuaian yang tidak terlalu lama dibandingkan dengan siswa tingkat dasar terutama kelas 1, 2 dan 3 yang harus dibimbing penuh setiap waktu. Sehingga para orang tua di rumah terpaksa harus menggantikan peran guru. Tentu bukan hal yang mudah apalagi bagi sekolah tingkat dasar yang terletak di pedesaan dengan orang tua yang dalam keseharian tetap harus mencari nafkah dan mengurusi rumah tangga.

Lilis Maryati, Kepala MIN 2 Pandeglang menyoroti bahwa kejenuhan dapat melanda siswa dan para guru dengan kondisi yang serba daring ini. Lilis menyebutnya dengan istilah learning lost yang harus segera diantisipasi dengan kreatifitas guru serta dorongan kuat wali murid. Memang berdasarkan kondisi di lapangan yang ditemui Tim Humas serta wawancara dengan beberapa siswa, ekspresi kegembiraan para siswa terlihat ketika pelaksanaan PAT digelar secara luring walaupun dalam kondisi tetap menggunakan masker dan penerapan protokol kesehatan ketat. Yusuf ( 10 Tahun ), salah satu siswa MIN 4 Serang ketika ditanya apakah tatap muka atau belajar di rumah, spontan memilih tatap muka dengan wajah antusias.

Pelaksanaan PAT yang digelar secara daring maupun luring diberbagai MIN ini sekaligus sebagai uji coba dan tolok ukur kesiapan sekolah dalam penerapan protokol kesehatan apabila pada tahun ajaran baru nanti kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara tatap muka. Kita semua tentu berharap pandemi ini segera berakhir dan proses belajar mengajar dapat kembali normal. Karena dengan pandemi ini bukan hanya proses pembelajaran yang terkendala namun juga berbagai eskul yang sangat bermanfaat bagi siswa seperti marawis, pencak silat, futsal dan lain-lain juga dihentikan. ( Tim Humas ).