Keterangan Foto : Penyelenggara Katolik-Kemenag Kab.Tangerang di tengah para pengasuh anak-anak

Kunjungan Penyelenggara Katolik - Kemenag Kabupaten Tangerang

“Kami di sini untuk mereka,” demikian ungkapan tulus dari salah seorang pengasuh anak-anak. Ungkapan ini sekaligus sebuah statemen sederhana tapi menarik untuk direnungkan. Sederhana karena ungkapan ini keluar dari lubuk hati yang mendalam dari para pengasuh anak-anak di Tempat Penitipan Anak (TPA) Indriasana yang berada di Kelurahan Kutajaya-Kecamatan Pasar Kemis. Penyelenggara Katolik – Kemenag Kabupaten Tangerang, Bapak Petrus Kanisius berkesempatan untuk mengunjungi tempat penitipan anak itu, pada Jumat, 10 September 2021, ditemani oleh Bapak Darius Jo So, seorang Penyuluh Agama Katolik Non PNS. Pertemuan itu membawa manfaat bagi kedua belah pihak untuk saling menjalin komunikasi yang selama ini terkesan asing dan kurang familiar. Kunjungan ini merupakan salah satu program Penyelenggara Katolik Kemenag Kabupaten Tangerang untuk mengetahui keadaan umat katolik dari pelbagai kelompok kategorial. Kami disambut dengan baik dan bersahabat, meski tetap menjaga prokes secara ketat. Acara silahturahmi berjalan baik penuh kekeluargaan.

Dalam kunjungannya, Bapak Petrus Kanisius mulai memperkenalkan diri, lalu menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan itu. Disampaikan juga saat silahturahmi itu tentang struktur dan kedudukan Penyelenggara Katolik di Kemenag Kabupaten Tangerang. Di hadapan Penyelenggara Katolik, Ibu Hotna S. dan Ibu Margaret sebagai pengelola TPA setempat dengan ramah menjelaskan kepada kami secara singkat tentang sejarah dan latar belakang serta perkembangan TPA Indriasana. Bahwa TPA ini ada karena berangkat dari pengalaman banyak orang tua yang terpaksa harus menitipkan anaknya kepada orang lain karena sibuk mencari nafkah untuk keluarga. Anak-anak yang dititipkan kepada tetangga sepertinya dirawat dengan kondisi apa adanya. Berangkat dari keprihatinan itu maka tergeraklah hati oleh belaskasihan dari para ibu dalam hal ini Wanita Katolik RI DPD Jakarta untuk mengasuh dengan kasih sayang terhadap anak-anak itu. Itulah alasan mendasar TPA Indriasana dibangun di bumi Pasar Kemis Tangerang.

 

TPA ini dikelola oleh Wanita Katolik RI - Dewan Pengurus Daerah Jakarta. Ada 8 pengasuh yang mendampingi 60 anak mulai dari pagi, pada pkl. 06.00 sampai sore pkl. 17.00. Dalam penjelasan selanjutnya Ibu Maria Suryanti A. sebagai Ketua Presidium WKRI DPD Jakarta yang juga hadir pada saat itu mengutarakan juga tentang topik seputar spiritualitas dalam mengasuh anak, hubungan TPA dengan lingkungan masyarakat setempat. Sifat pelayanan TPA ini bersifat universal, menerima semua anak tanpa melihat perbedaan dan latar belakang suku, agama atau golongan. Yang menarik lagi kaum ibu yang melayani anak-anak ini adalah ibu-ibu yang ada disekitarnya yang nota bene beragama muslim. Ternyata perbedaan tidak menjadi persoalan. Berkaitan dengan nama tempat TPA sebenarnya bu Maria yang biasanya dipanggil akrab dengan bu Yanti itu agak sedikit keberatan dengan istilah penitipan, seakan-akan yang dititipkan adalah barang pada hal itu anak manusia. Maka konsekuensi logisnya mereka berkomitmen untuk merawat, menjaga, dan menemani anak-anak itu dengan kasih. Spirit pelayanan pengasuh TPA ini adalah KASIH. Selama kurang lebih 11 jam anak-anak itu diajak oleh para pengasuhnya untuk bermain sambil belajar, mewarnai, menggambar, menyanyi bersama. Semua kegiatan terjadwal anak-anak secara dini, mulai dilatih untuk bersosialisasi dengan temannya, disiplin dan mau hidup bersama dengan orang lain.

 

Sebagai ormas mandiri, WKRI menyelenggarakan tempat pengasuhan ini atas usaha dan modal kerja keras sendiri sambil mengajak pihak lain untuk peduli dan berbelarasa agar TPA Indriasana bisa berjalan. TPA Indriasana juga menyiapkan asupan makanan yang bergizi untuk anak-anak tersebut. Sepertinya pihak (donatur) yang tergerak untuk berbagi kasih agar TPA Indriasana ini tetap eksis. Memang tidak mudah untuk memulainya menghadapi pelbagai karakter anak dari latarbelakang yang beraneka ragam. Para pengasuh TPA Indriasana ternyata sudah memiliki modal dasar, mereka mencintai anak-anak itu dengan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, perasaan yang mereka curahkan untuk anak-anak, tanpa banyak mengeluh dan merasa Lelah. Karena itu mereka secara serentak mengatakan :”Kami di sini untuk mereka.” Sebuah komitmen yang membebaskan anak-anak dari situasi dan kondisi yang kurang nyaman, tertekan karena ditinggalkan orang tuanya. Hasil sharing pengalaman dari para pengelola dan pengasuh TPA Indriasana bahwa sekarang ada orang tua yang antusias untuk mentipkan putra dan putri mereka karena mereka sudah mulai bekerja aktif lagi. Sementara pihak pengelola belum bisa menerimanya karena masa pandemi covid-19 yang belum berakhir. Selain itu belum ada pemberitahuan resmi untuk aktif lagi dari pihak yang berwenang.***(Darius JS – Penyuluh Agama Katolik Non PNS)