Keterangan Foto :

Kemenag Tangsel Adakan Bimtek Implementasi Transaksi Non Tunai

TANGERANG (Inmas_Tangsel) - Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan pengelola anggaran tentang penerapan transaksi non tunai, sekretariat Kemenag Kota Tangsel mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Transaksi Non Tunai, pada Selasa (28/08/2018) di hotel Horison Grand Serpong, Tangerang. Bimtek yang diikuti oleh 30 peserta ini dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, yang sekaligus menjadi Narasumber. Peserta terdiri dari unsur Bendahara Satker, Madrasah, KUA, dan Sekretariat Kemenag Tangsel. Dalam paparannya tentang Kebijakan Kemenag dalam Pelaksanaan Transaksi Non Tunai, Kepala Kantor mengatakan bahwa Transaksi Non Tunai adalah salah satu bentuk Reformasi Birokrasi yang dilakukan Pemerintah dalam mencegah dan memberantas Korupsi. "Ini sesuai dengan instruksi Presiden nomor 10 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsim. Diharapkan dengan adanya transaksi non tunai ini tidak ada lagi kecurangan dan penyelewengan anggaran Pemerintah," jelas Kepala Kantor. Lebih lanjut Kepala Kantor menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran telah menggantikan peranan uang tunai ke dalam bentuk pembayaran non tunai yang lebih efektif dan efisien. Hal ini didukung dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan ataupun pusat perbelanjaan di Indonesia yang menerima transaksi pembayaran dengan menggunakan sistem pembayaran non tunai. "Cepat, aman, nyaman, mudah, dan efesien dalam bertransaksi merupakan alasan masyarakat yang memiliki respon yang besar terhadap sistem pembayaran non tunai. Dan sistem pembayaran non tunai ini telah dikembangkan oleh pihak bank maupun non bank sebagai lembaga penyelenggara sistem pembayaran di Indonesia," jelasnya. Narsumber kedua yaitu Nurhidayat Firmansyah dari KPPN Tangerang, memaparkan tentang Pemantapan Penerapan Aplikasi Keuangan Dalam Transaksi Non Tunai. Setelah Ishomah dilanjutkan materi ketiga dengan Narasumber Siti Nurjannah dari Itjen Kementerian Agama RI, memaparkan materi tentang Pengawasan Implementasi Transaksi Non Tunai di Lingkungan Kementrian Agama RI. Materi terakhir dibawakan oleh Kasubag TU Kemenag Tangsel, Nurhasan, dengan materi Mekanisme Pencairan Anggaran Transaksi Non Tunai, sekaligus menutup kegiatan Bimtek. Panitia mengadakan post test kepada para peserta Bimtek, dengan memberikan 10 pertanyaan yang harus dijawab selama 10 menit. Kemudian memberikan hadiah berupa flashdisk kepada tiga orang peserta yang menjawab dengan nilai tertinggi. Ketua panitia, Jamaludin, menjelaskan bahwa tujuan diadakannya Bimtek ini adalah dalam rangka memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan bagi pengelola anggaran di lingkungan Kemenag Tangsel, sehingga mempunyai kompetensi dan mampu mewujudkan tertib administrasi pengelolaan keuangan dengan pola non tunai. "Semoga dengan adanya Bimtek ini,  Bendahara Satker semakin memahami dan mampu mengimplementasikannya di lingkungan Kerja masing-masing," pungkas Jamaludin. (Fuay)