Keterangan Foto : Dampak Teknologi Terhadap Dunia Pendidikan

Dampak Teknologi Terhadap Dunia Pendidikan

Menghadapi abad ke 21, UNESCO (1998) melalui jurnal “The International Commission on Education for the Twenty First Century” merekomendasikan Pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang dilaksanakan berdasarkan 4 pilar proses pembelajaran, yaitu: learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Untuk dapat mewujudkan 4 pilar proses pembelajaran ini, para guru diharapkan dapat menguasai dan menerapkan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.

  • Dampak Positf:
    1. Munculnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat Pendidikan

Hal ini berarti guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru.

    1. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru

Dengan kemajuan teknologi, terciptalah metode-metode baru yang membuat peserta didik mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut-dengan bantuan teknologi-dapat dibuat secara abstrak dan menarik sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.

    1. Sistem pembelajaran tidak harus tatap muka

Dengan adanya berbagai aplikasi video conference, pembelajaran yang disampaikan tidak harus secara  tatap muka langsung.

    1. Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pemanfaatan teknologi

Dengan berkembangnya IPTEK, semua tugas yang sebelumnya dikerjakan dengan cara manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan.

    1. Pemenuhan kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat

Di dunia pendidikan, tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan, contohnya adalah penggandaan soal ujian. Dengan adanya mesin fotocopy, kita bisa menggandakan kertas dengan mudah.

 

  • Dampak Negatif:
    1. E-learning yang dapat menyebabkan pengalihfungsian guru

Dengan adanya sumber belajar yang banyak tersedia di internet, peserta didik dapat mencari ilmu di internet. Sehingga dapat menggeser fungsi guru sebagai pengajar pelajaran.

    1. Seringnya mengakses internet dikhawatirkan peserta didik tidak memanfaatkan teknologi informasi dengan optimal

Bukannya benar-benar memanfaatkan teknologi informasi dengan optimal, tetapi malah mengakses hal-hal yang tidak baik seperti pornografi dan game online.

    1. Peserta didik bisa terkena information overload

Dengan sangat banyaknya informasi yang tersedia di internet, membuat peserta didik rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir informasi yang ada.

    1. Peserta didik bisa menjadi pecandu keberadaan dunia maya (jadi anti sosial)

Hal ini bisa terjadi ketika peserta didik tidak memiliki sikap skeptik serta kritis terhadap sesuatu hal yang baru.

    1. Cyber Crime

Di dalam dunia pendidikan, pencurian dokumen atau asset penting tentang sebuah tatanan pendidikan yang dirahasiakan dapat terjadi jika sistem keamanan tidak ketat.

 

sumber : Jamun, Yohannes Marryono. "Dampak teknologi terhadap pendidikan." Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio 10.1 (2018): 48-52.