Keterangan Foto :

Al-Qur'an bukan Karya Rasulullah SAW

Al-Quran adalah Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah. "Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas". Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Quran seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Quran. Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya: Al-Kitab QS (2:2), QS (44:2). Al-Furqan (pembeda benar salah) : QS (25:1). Adz-Dzikr (pemberi peringatan) : QS (15:9). Al-Mau'idhah (pelajaran/nasihat) : QS (10:57). Al-Hukm (peraturan/hukum) : QS (13:37). Al-Hikmah (kebijaksanaan) : QS (17:39). Asy-Syifa' (obat/penyembuh) : QS (10:57), QS (17:82). Al-Huda (petunjuk) : QS (72:13), QS (9:33). At-Tanzil (yang diturunkan) : QS (26:192). Ar-Rahmat (karunia) : QS (27:77). Ar-Ruh (ruh) : QS (42:52). Al-Bayan (penerang) : QS (3:138). Al-Kalam (ucapan/firman) : QS (9:6). Al-Busyra (kabar gembira) : QS (16:102). An-Nur (cahaya): QS (4:174). Al-Basha'ir (pedoman) : QS (45:20). Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS (14:52). Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS (28:51). Fungsi lain Al-Qur`an yang tidak kalah penting, adalah sebagai bukti kebenaran Nabi Muhammad saw., dan bukti bahwa semua ayatnya benar-benar dari Allah SWT. Selain hal tersebut Al-Quran berfungsi : Pertama, Sebagai bukti berasal dari Allah SWT. Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan satu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Qur`an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang beriman". (QS. 7/Al-A`rof: 203) Orang kafir beranggapan bahwa Al-Qur`an itu adalah karangan Nabi Muhammad saw, sehingga apabila wahyu tidak turun, maka mereka meminta kepada beliau untuk mengarang ayat. Tentu saja hal ini merupakan ejekan mereka kepada Nabi Muhammad. Kedua, Sebagai pembenar kitab-kitab suci sebelumnya, yakni Taurot, Zabur, dan Injil. "Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al-Qur`an) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya." (QS. 35/Fathir: 31). Ketiga, sebagai pelajaran dan penerangan. "Al-Qur`an itu tidak lain adalah pelajaran dan kitab yang jelas." (QS. 36/Ya Sin: 69). Keempat, sebagai pembimbing yang lurus. "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur`an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok, sebagai bimbingan yang lurus.." (QS. 18/ Al-Kahfi: 1-2) Yang dimaksud "Dia tidak menjadikannya bengkok" adalah tidak ada dalam Al-Qur`an makna yang berlawanan dan tidak ada penyimpangan dari kebenaran. Kelima, sebagai pedoman hidup bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi yang meyakininya. "Al-Qur`an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini." (QS. 45/Al- Jatsiyah: 20). Keenam, sebagai peringatan. "Al-Qur`an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam" (QS. 68/Al-Qolam: 52). Ketujuh, sebagai petunjuk dan kabar gembira. "Kami turunkan Kitab (Al- Qur`an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). (QS. 16/An-Nahl: 89). Kedelapan, sebagai obat penyakit jiwa. "Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur`an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang yang beriman". (QS. 10/Yunus: 57). Supaya mudah dihapal dan dipahami. Memang, dengan turunnya Quran secara berangsur-angsur, sangatlah mudah bagi manusia untuk menghafal serta memahami maknanya. Lebih-lebih bagi orang-orang yang buta huruf seperti orang-orang arab pada saat itu; Quran turun secara berangsur-angsur tentu sangat menolong mereka dalam menghafal serta memahami ayat-ayatnya. Memang, ayat-ayat Quran begitu turun oleh para sahabat langsung dihafalkan dengan baik, dipahami maknanya, lantas dipraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya Umar bin Khattab pernah berkata : Pelajarilah Al-Quran lima ayat-lima ayat. Karena Jibril biasa turun membawa Quran kepada Nabi Shallahu Alaihi wa Sallam lima ayat-lima ayat. (HR. Baihaqi). Semoga bermanfaat. (Penulis : Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Lebak & Penulis Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional, Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan).