Bidang Pakis Banten Menggelar Sosialisasi Program Pendidikan Agama Dan Pendidikan Keagamaan Islam


Anyer (Humas Banten)- Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAKIS) Pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten menggelar sosialisasi program Pendidikan agama dan Pendidikan Keagamaan Islam. Kegiatan Tersebut di buka secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, A. Bazari Syam, pada Rabu (11/03).

Kakanwil Kemenag Banten saat Memberikan arahan dan Membuka Kegiatan Sosialisasi Program PAKIS TA 2020

Nilai-nilai Pengetahuan dan ajaran agama Islam itu begitu mudah di temukan,  semua orang di antara kita terjebak dalam persoalan bagaimana mengajarkan ilmu, bukan hanya di madrasah-madrasah dan sekolah keagamaan, tapi di sekolah-sekolah umum pengajaran agama Islam di ajarkan dengan sempurna tetapi faktanya memahami ajaran agama tidak selalu berbanding lurus dengan mengamalkan agama. Banyak di temukan orang yang memahami agama tapi gagal dalam mengamalkan agama. Itulah pentingnya kehadiran guru-guru agama dan Lembaga-lembaga Pendidikan Keagamaan ditengah-tengah kehidupan demikian dikatakan Kakanwil  A Bazari Syam dalam arahannya.

Setidaknya ada tiga tugas Pokok dari lembaga-lembaga keagamaan  pertama lembaga pendidikan Keagamaan Pendidikan Diniyah, TPQ dan Majelis Taklim.  Menurut Gusdur itu pertama berfungsi sebagai Tranfer of Islamic new large madrasah itu tempat menyampaikan pengetahuan-pengetahuan agama, tetapi peran ini bukan hanya di madrasah  tetapi juga di lembaga-lembaga yang lain,  kedua yaitu Maintenance of Islamic tradition bagaimana lembaga-lembaga keagamaan menjadi penguat bagi ajaran-ajaran keislaman yang bersifat tradisi/peradaban-peradaban keislaman . Dan ini sedikit sekali di temukan di lembaga-lembaga non Keagamaan.

Di madrasah ini sebenarnya lanjut Kakanwil bagaimana Hadroh , bagaimana Marhaba , bagaimana seni-seni tradisi Islam itu tetap berakar kuat, kenapa? karena tradisi keislaman bukan hanya mengajarkan keindahan dan seni tetapi juga memberikan pendidikan karakter terhadap anak didik.

yang ketiga reproduksi Ulama, bagaimana Madrasah-madrasah dan pondok pesantren dari sejak awal  reproduksi ulama itu dari Sejak diniyah kita mulai, yang dibutuhkan kedepan itu bukan ulama yang memiliki pengetahuan cosmopolitan dan harus kita katakan bahwa orang sukses hari ini bukan melulu ditentukan oleh ilmu pengetahuan tetapi juga di butuhkan seberapa besar pengendalian emosi  yang dalam bahasa juga sering di sebut dangan Al-Akhlak, sehebat apapun orang kalau tidak memiliki sopan santun, tidak memiliki etika, tidak memiliki akhlak hari ini dia akan menjadi pecundang. Karena pemenang itu adalah orang yang menjunjung tinggi karakter dan etika mulia. Demikian tutup Kakanwil.

Sebelumnya dalam laporannya, Ketua Panitia Mengatakan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam yang mencakup Pendidikan Agama pada sekolah umum , pendidikan Pesantren , Pendidikan Diniyah dan Pendidikan Al-Qur’an merupakan salah satu agenda pembenahan secara nasional. Tuntutan ini tampaknya atas desakan faktor sosiologis yang menghendaki tranformasi pada dunia pendidikan agama dan keagamaan Islam di masyarakat .

Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk mensosialisasikan program bidang pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten. Peserta kegiatan sebanyak 60 orang terdiri dari unsur Kepala Seksi Pontren, Pais, Pakis, Operator EMIS, SIAGA Pengurus PKG TK, KKG PAI SD, MGMP PAI SMP, MGMP PAI SMA dan MGMP PAI SMK, FKDT, IPQ, Pokja Kesetaraan.

Sebelumnya IGRA Tangsel Adakan Lomba Menulis Cerita dan Media Pembelajaran Saintifik
Selanjutnya RIBUAN SISWA MTS DI PANDEGLANG TETAP IKUTI UAMBN-BK DI TENGAH ISU CORONA