205 MTs se-Kabupaten Pandeglang Serentak Ikuti Gladi Bersih UNBK


Siswa dan siswi MTs Darul Ibtida Kutakarang sedang mengikuti silmuasi UNBK

Pandeglang (Humas Pandeglang) – Sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan digelar pada bulan April mendatang, sebanyak 205 Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pandeglang menggelar simulasi atau gladi bersih serentak, Senin-Selasa, 2-3 Maret 2020 lalu.

Sesuai jadwal dari pusat, gladi bersih hari pertama mengujikan mata pelajaran Bahasa Inggris sedangkan hari kedua giliran mata pelajaran Matematika. Selama 2 hari simulasi, setiap siswa kelas 9 Madrasah Tsanawiyah memiliki kesempatan untuk membiasakan diri sekaligus mencoba kemampuan dalam mengerjakan soal-soal ujian. Mereka dapat melakukan ujicoba dalam 3 sesi yang diatur oleh madrasah masing-masing.

Menurut Helpdesk UNBK Madrasah di Kabupaten Pandeglang Yunianto Wahyu Widodo, gladi bersih UNBK Tingkat SMP/MTs dan Paket B/Wustha Tahun 2020 ini dimulai dari sinkronisasi yang terjadwal di web UNBK masing-masing madrasah terjadwal pada hari Sabtu (29/02/2020) dari pukul 06.00 sampai 16.00 WIB. “Namun dikarenakan ada perbaikan server di pusat, jadwal sinkronisasi untuk SMP/MTs diundur ke hari Minggu, sedangkan untuk Paket B/Wustha sinkronisasi tetap berlangsung pada hari Sabtu,” jelasnya.

Wahyu yang juga guru MTsN 1 Pandeglang menjelaskan, dengan adanya eXcamBroAdmin system terbaru yang digunakan tahun ini, para proktor UNBK dituntut sangat teliti dalam mensetting Virtual Box dan didukung dengan PC server yang handal. Selain itu, software yang terinstall di PC server wajib hanya software UNBK dan pendukung software UNBK.

Menurut Wahyu, jika proktor tidak mematuhi SOP yang sudah ditetapkan maka server tidak bisa dibuka dengan normal karena setingan di VM tidak tepat berakibat status server offline yang ditandai dengan status berwarna merah. Proktor juga akan dihadapkan pada kesulitan membuat transfer respon sehingga server tidak bisa digunakan.

Banyaknya proktor baru dan kurangnya sosialisasi, jelas Wahyu, menyebabkan masih adanya proktor yang tidak membackup fisik VHD yang sudah sinkron sehingga apabila ganti VHD yang fresh akan berakibat statusnya berwarna kuning dan harus Unlock Sinkron. Ada pula proktor yang kurang teliti dalam membuat jaringan LAN Komputer sehingga terhambat dalam pelaksanaan gladi bersih.

Namun demikian, Wahyu menilai gladi bersih atau simulasi berjalan lancar dan tak menemui kendala berarti. “Alhamdulillah kendala-kendala teknis bisa diselesaikan setelah melalui jalinan komunikasi dan saling bantu,” ungkap Wahyu.

Hal senada dikemukakan Tatang Abdurahman, Kepala MTs Darul Ibtida Kutakarang yang 39 anak didiknya juga mengikuti gladi bersih menggunakan 5 laptop dan 9 PC. “Alhamdulillah sukses dan lancar,” katanya saat dihubungi via WhatApp.

Sebelumnya KEGIATAN SOSIALISASI KEBIJAKAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KOTA CILEGON
Selanjutnya Posko Helpdesk Pendampingan Ujian Berbasis Komputer (UAMBNBK dan UNBK)TP 2019/2020