TOKOH AGAMA PANDEGLANG MINTA ELIT NASIONAL TUNJUKKAN SIKAP RUKUN


Pandeglang (Humas Pandeglang) – Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Pandeglang meminta agar para tokoh atau elit nasional menunjukkan sikap rukun dan toleran kepada masyarakat. Sikap para elit, terutama elit politik, yang rukun dan toleran diharapkan dapat menurunkan tensi tinggi di tengah masyarakat, usai perhelatan pemilihan umum 2019.

Menurut para tokoh agama yang hadir dalam dialog tersebut, sikap para elit nasional yang cenderung mempertontonkan perang kata-kata, opini dan saling klaim kebenaran melalui media massa, telah menimbulkan polarisasi di masyarakat. Keadaan ini dikhawatirkan terganggunya kerukunan beragama yang berujung terjadinya disintegrasi bangsa.

Permintaan ini disampaikan dalam Dialog Lintas Agama Terkait Pemeliharaan dan Penguatan Kerukunan Umat Beragama yang dilaksanakan Rabu (22/05/2019) di Hotel Horison Altama Pandeglang. Dialog diikuti 40 orang tokoh agama dan tokoh masyarakat. Antara lain dari Majelis Ulama Indonesia, Majelis Agama Katolik, Majelis Agama Hindu, Majelis Agama Buddha, Majelis Agama Khonghucu, pengurus FKUB, Aisyiyah, Muslimat NU dan perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang.

“Kami faham sebenarnya para elit itu hanya menunjukkan gestur bermusuhan di depan media massa saja. Di belakang sebenarnya mereka berangkulan dan tetap saling menghargai. Tapi kan masyarakat cenderung hanya menangkap kesan yang mereka lihat melalui media saja,” ujar Debat Hasahatan, tokoh Kristen yang juga pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pandeglang.

Hal senada dikemukakan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang Endang yang menjadi narasumber kegiatan dialog. Menurut Endang, kerukunan umat beragama sangat dipengaruhi oleh sikap para tokoh agama. “Kalau tokoh agamanya rukun, insya Allah umatnya juga rukun. Sebab umat meneladani sikap para tokohnya,” ungkap Endang.

Di hadapan para tokoh agama yang hadir, Endang menyampaikan apresiasi terjaganya kerukunan umat beragama di Kabupaten Pandeglang. “Mudah-mudahan kerukunan yang sudah kita wujudkan di Kabupaten Pandeglang dapat terus dijaga dan dipertahankan,” harap Endang.

Kegiatan dialog yang berlangsung sehari ini dibuka oleh Kepala Kemenag Kabupaten Pandeglang Endang didampingi Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Pandeglang Amin Hidayat dan Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Aliefosra Nur.

Ketua panitia Dialog Lintas Agama Lilies Suriany mengatakan bahwa kerukunan umat beragama merupakan agenda strategis sebagai fondasi ideal meletakkan segenap upaya bersama mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara. Selain itu, kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting kerukunan nasional. Oleh karena itu kerukunan umat beragama menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat.

Lilies juga mengatakan bahwa dialog ini merupakan kegiatan penting dan strategis dalam meningkatkan partisipasi tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengurus FKUB dalam pemeliharaan dan penguatan program pembinaan kerukunan umat beragama.

“Para tokoh agama dan tokoh masyarakat adalah elemen penting yang diharapkan berperan memberikan kontribusinya dalam pemeliharaan dan penguatan kerukunan umat beragama,” ujar Lilies yang juga Kepala Sub Bidang FKUB Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB).

Sebelumnya DWP Kanwil Kemenag Banten Bersama DWP Kemenag Kab/Kota se-Banten Berbagi di Bulan Ramadhan
Selanjutnya SEKSI PHU KEMENAG PANDEGLANG GELAR KOORDINASI SAMBIL BUKBER