Suasana Khidmat Saling Maaf Memaafkan


Acara saling maaf memaafkan antar Pegawai Kankemenag Kota Serang dilaksanakan dengan penuh khidmat

SERANG KOTA (Inmas Kemenag)_Saat masuk kerja pasca libur Idul Fitri 1438 H, pegawai Kankemenag Kota Serang langsung menggelar acara maaf memaafkan baik antar pejabat struktural, fungsional maupun pelaksana. Kendati  terbilang sederhana, acara tersebut dilakukan dengan penuh khidmat, apalagi momen-momen seperti ini masih berada di bulan Syawal, sehingga  suasananya masih terasa ‘Idul Fitri, demikian diungkapkan Kasubag TU Kosasih saat ditemui Inmas Kemenag Kota Serang usai acara halal bihalal bersama jajaran pegawai Kankemenag Kota Serang, Senin (03/07)

Bersamaan dengan itu, hadir pula di tengah-tengah suasana tersebut tim sidak dari Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI yang dipimpin langsung oleh Muhamad Tobib berdasarkan surat tugas yang disertakannya nomor : 0981/IJ/Set.IJ/06/2017. Kehadiran mereka selain memeriksa kehadiran pegawai, mereka juga akan membawa bukti finger Print saat jam masuk dan pulang serta membawa bukti absen manual untuk dikirmkan langsung ke pusat, kata Kosasih.

Di tempat berbeda, Kepala Kantor Kankemenag Kota Serang Machdum Bachtiar, saat ditemui Inmas Kemenag Kota Serang di ruang kerjanya dirinya mengatakan bahwa acara maaf memaafkan itu penting sekali, selain menumbuhkan rasa introsfeksi diri, maaf memaafkan juga dapat mencairkan suasana baru sehingga tidak menjadi orang yang merasa benar sendiri.

Hal lain yang perlu saya ungkapkan dalam momen tersebut ujar Machdum “saya sangat berterima kasih atas kehadiran seluruh pegawai pada saat mengawali masuk kerja pasca libur idul fitri, jangan sampai  suasana di bulan Syawal ini, masih ada pegawai yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas. Jika demikian adanya, maka suasana ‘idul fitri tidak dirasakan oleh mereka yang melanggarnya, karena mereka sudah melakukan indisipliner dalam tugas dan kewajibannya sebagai abdi negara. Namun, Alhamdulillah, menurut laporan yang saya terima, kehadiran pegawai seluruhnya hadir 100%.

Mari kita jaga kebiasaan seperti ini jelas Machdum,  agar kita terbiasa secara terus menerus dalam melaksakan tugas dan kewajibannya selaku abdi negara, baik hari ke hari, bulan ke bulan, hingga tahun demi tahun. Dengan melakukan hal seperti ini, maka kita dapat disebut sebagai orang-orang yang beruntung sebagaimana pesan orang bijak yang mengatakan “barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia menjadi orang-orang yang beruntung”.  (Yoeds)

Sebelumnya "Hari Pertama Masuk Kerja Pasca Lebaran, Tim Irjen Lakukan Sidak"
Selanjutnya Seteguh Matahari