Seluruh Stakeholders Madrasah Ikuti Evaluasi Program Pendidikan Madrasah


Bandung (Inmas Banten)- sebanyak 130 Peserta terdiri dari Kepala Madrasah dari semua jenjang MI, MTs, dan MA, para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah  dan JPU pada Kemenag Kabupaten Kota se-Banten, perwakilan POKJAWAS se-Banten, pelaksana pada Bidang Pendidikan madrasah dan Subbag Tata Usaha pada Kanwil Kemenag Banten, Mengikuti kegiatan Evaluasi pendidikan Madrasah se-Provinsi Banten tahun anggaran 2019. Kegiatan ini di laksanakan mulai hari Jum’at s/d sabtu tanggal 15-16 November 2019 di Ciwidey Kabupaten Bandung dan secara resmi di buka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Banten H. Idris Jamroni pada Jum’at (15/11). Hadir pada kesempatan ini seluruh Kepala Seksi di lingkungan Bidang Pendidikan Madrasah, seluruh peserta dan panitia.

Adapun tujuan di laksanakannya kegiatan ini untuk mengukur sejauh mana program-program ditahun 2019 yang sudah tercapai sesuai dengan target atau yang belum sesuai dengan target dan apa saja yang perlu di evaluasi untuk perbaikan di mata anggaran 2020. Demikian di katahan H. Masyhudi dalam laporannya.

kabid Penma Kanwil Kemenag Banten H. Idris Jamroni saat Memberikan Arahan dan membuka kegiatan Evaluasi Program Pendidikan Madrasah

Kabid Penma Kanwil Banten H. Idris Jamroni mengatakan evaluasi itu penting setiap apa yang kita lakukan apa lagi berbentuk kinerja, ini harus dilakukan evaluasi atau harus dilakukan muhasabah. Sejauh mana apa yang dilakukan selama satu tahun itu bisa di ukur, apakah sudah mencapai target atau belum. Evaluasi itu berimplikasi dua kemungkinan berhasil mencapai target atau tidak, inilah yang menjadi penting dalam dunia pendidikan yaitu adanya evaluasi akhir dari sebuah proses pembelajaran bagi siswa dan evaluasi itu tidak lain adalah mengukur sejauh mana guru dalam mendidik siswa/siwinya.

Selanjutnya Idris jamroni mengatakan pelaksanaan UN dan UAMBN itu harus berimplikasi juga, ada yang lulus dan ada yang tidak lulus namun Pada Kenyataan sekarang ini yang kita alami bagaimana siswa itu di buat naik atau lulus. Inilah yang sebetulnya yang menghancurkan kualitas dunia pendidikan, karena tidak ada motipasi untuk belajar yang kuat dan disiplin karena semua beranggapan pasti lulus dan naik, apalagi sekarang itu ujian nasional (UN) tidak berimplikisi kepada lulus atau tidak lulus, katanya.

Kabid Penma mengungkapkan “Seluruh stakeholders Madrasah itu penting, dalam sebuah system birokrasi semua itu penting, janganlah menganggap diri kita lebih penting, diri kita lebih baik atau diri kita lebih berharga kita semua dalam mengemban tugas ini hanya tusinya yang membedakan kita. Jangan juga tusinya itu oper lep tumpang tindih, ada kasi seperti kabid, ada juga kabid seperti kasi, itu tidak boleh kita semua harus ada pada treknya, ada kasi dikabupaten Kota itu seperti staf dan ada juga staf seperti kasi ini juga tidak boleh , sepandai apapun staf tidak boleh melebihi atasannya, jadi kita semua harus saling menghormati, sehingga ada keseimbangan dalam sebuah birokrasi,“ ungkapnya .  (Inmas/Uq).

Sebelumnya Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Banten Menggelar Evaluasi Program Pendidikan madrasah
Selanjutnya Tim LKBB Paskibra MTsN 1 Lebak, Raih Gelar Juara Bina 2 Dalam Lomba LKBB Tingkat Jabodetabek Banten