Pokjaluh Banten Mendapat Pelatihan Metodologi Penyuluhan juga Mendapat Pengakuan dan Pengukuhan dari Kakanwil


Kakanwil Kemenag Banten H. A. Bazari Syam bersama para Penyuluh

Pandeglang (Penaiszawa Banten)- Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Metodologi Penyuluhan Bagi Tokoh Agama dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Pokjaluh Provinsi Bnaten Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Banten H. A. Bazari Syam, Rabu (21/3). Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Penaiszawa H. Idris Jamroni, para Kepala seksi di Lingkungan Bidang Penaiszawa, Ketua Pokjaluh Provinsi Banten Ipul Saipul ma’arif, para panitia dan seluruh Peserta.

Dalam sambutannya Ketua Pokjaluh Provinsi Banten Ipul saiful ma’arif mengatakan kepengurusan kelompok kerja penyuluh ini untuk mendapatkan pengakuan dan pengukuhan panjang juga perjuangannya. Dari tahun 2015 s/d dikukuhkan dan ditetapkannya dengan SK Kakanwil  tanggal 22 Mei 2017 tentu ini berperasangka baik kepada Kanwil berarti dalam hal ini bukan tidak mau memberikan tapi diberikan kesempatan untuk mengkaji lagi bagi terkait dasar hukum atau peraturan atau payung hukum yang secara khusus mengamanatkan bahwa Pokjaluh itu harus dibentuk, karena setiap jabatan profesi atau rumpun jabatan fungsional di Kementerian Agama itu pasti ada dan penyuluh namanya Kelompok kerja penyuluh (Pokjaluh) dan Alhamdulillah kami merasa bersyukur dan gembira karena SK ini bagi kami sangat berharga karena menjadi bagian poin dalam hal pengajuan dan penetapan angka kredit, jadi mudah-mudahan ini bisa di manfaatkan dalam hal kenaikan pangkat teman-teman, katanya.

Selanjutnya Pokjaluh provinsi memiliki beberapa program dan minimal dalam setahun sekali punya program silaturahmi akbar di Provinsi Banten dan akan dirancang kembali di tahun 2019. kegiatan ini dirangkaikan dengan program penyuluh yaitu bakti sosial kepada masyarakat, kepada umat yang secara langsung bersentuhan dan bisa dirasakan manfaatnya. Juga ada santunan bagi yatim dan dhuafa, katanya.

Ipul saiful ma’arif mengharapkan Karena penyuluh merasa menjadi bagian dari keluarga Kementerian Agama Provinsi Banten dan merasa menjadi anak, menyampaikan apa yang menjadi harapan dan ini juga hasil dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, “karena pokjaluh belum mempunyai secretariat maka meminta disediakan tempat untuk secretariat Pokjaluh.” Program selanjutnya yaitu setiap tahun diadakan penilaian Penghulu teladan untuk tingkan Provinsi Banten dan pemenangnya selain mendapatkan hadiah trovy dan sebagainya tapi diberikan reward untuk menjadi petugas haji kloter. Selanjutnya bagi penyuluh madya IV/C mohon untuk untuk dilibatkan menjadi tim penilai kenaikan pangkat yang ada dibawahnya, dan lagi-lagi membutuhkan SK penugasan, harapnya.

Dalam arahannya Kakanwil Kemenag Banten H. A. Bazari Syam mengatakan para penyuluh Agama dilingkungan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan Kepada masyarakat ini sangat luarbiasa. Beliau menyimpulkan para penyuluh ini adalah orang yang baik-baik, orang-orang Soleh mendermakan Ilmunya, beramal dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan baik untuk meningkatkan, beliau banyak bertemu bertemu dengan orang yang soleh-soleh apalagi saat ini saya bertemu bukan hanya dengan orang soleh tapi juga bertemu dengan orang-orang yang muslih mereka semua orang-orang soleh, orang-orang baik. Kalau penyuluh bukan hanya orang baik tapi juga penebar kebaikan. Kalao soleh saja (Khoiruhu linafsih) tapi kalau almuslih (Khoiruhu linafsihi walidihi) penyuluh itu tidak hanya orang baik tapi juga mengaajak orang lain untuk berbuat baik. Hanya penyuluh yang berlipat ganda pahalanya, karena dia bukan hanya baik tapi juga mengajak orang lain untuk berbuat baik, katanya.

“tetapi jangan lupa prahala itu timbul bagi penyuluh, Rosul Itu waktu di Mekah dan berniaga sampai mendapat gelar Al-Amin, Rosulullah itu orang baik dan berbuat baik, tetapi Ketika Rosul diangkat oleh allah sebagai Rosul/Nabi mengajak kepada kebaikan maka dia dimusuhi orang. Ketika orang baik berbuat baik dia akan banyak teman tapi ketika dia berperan mengajak orang untuk berbuat baik pasti dia akan mendapatkan banyak lawan,” jadi beliau memahami kalau penyuluh banyak persoalan, Kelakar Kakanwil.

Kakanwil menerangkan kalau mengajak orang untuk berbuat baik, dia siap, mampu menghadapi tantangan dan persoalan, dia akan menjadi pemenag dan akan menjadi orang yang sukses. Menjadi penyuluh itu luarbiasa dan tidak semua orang mau menjadi penyuluh, orang yang muslih ini tantangan dan godaannya juga banyak dan godaan terbesar hari ini bagi penyuluh adalah dibukanya kesempatan bagi penyuluh untuk bisa menjadi penghulu, terangnya.

Kakanwil meminta kepada pengurus pokjaluh untuk paling tidak saling menasehati dan saling mengingatkan dalam bagaimana melakukan upaya-upaya perbaikan dilingkungan internal penyuluh Agama ini sebab tanggungjawak kedepan jauh lebih berat dari hari ini. Juga meminta kepada ketua baru untuk betul-betul menjaga kekompakan bagaimana secara bersama-sama mencari formula baru dalam system penyuluhan bagi masyarakat, juga diharapkan penyuluh fungsional ini menjadi Pembina atau motifator untuk 1300 penyuluh-penyuluh Agama non ASN yang ada, dan penyuluh Fungsional ini harus berada di garda terdepan, tutup Kakanwil. (Uki Marjuki)

 

 

Sebelumnya Pelatihan Metodologi Penyuluhan Bagi Tokoh Agama dan Pelantikan Pengurus Pokjaluh Prov. Banten
Selanjutnya TOLERANSI DAN INTOLERANSI