Pelantikan DKM & Peringatan Isro dan Mi’raj di Masjid Al-Wustho Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon


CILEGON, (Inmas Kemenag) Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon H.Isomudin melantik Ketua DKM Masjid Al-Wustho Kelurahan Taman Sari Kecamatan Pulomerak, Rabu (3/05/2017) kegiatan dirangkai dengan peringatan Isro dan Miraj Nabi besar Muhammad SAW, mulai pukul 19.30 WIB. Dalam kata-kata pelantikan dan sumpah janji dibacakan langsung oleh Kasi Bimas Islam atas nama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, pada acara Pelantikan diikuti oleh pengurus DKM Al-Wustho yang dilantik, hadir dalam acara pelantikan tersebut Sekmat Kecamatan Pulomerak Fathurohman, S.Si, Anggota DPRD Kota Cilegon fraksi PPP Drs.H.Baihaki, hadir pula Sekmat Kecamatan Cibeber Mohamad Hatta, Lurah Taman Sari, Kapolsek Kecamatan Pulomerak, Penceramah Prof.Dr. KH.Udi Mufrodi,Lc dan para tokoh masyarakat Link. Langonsari Kelurahan Taman Sari.

Kata sambutan oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon sebagai berikut : Sepanjang pengalaman sejarah dalam kehidupan beragama, masjid merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat, karena masjid bukan hanya berfungsi sebagai tempat peribadatan, akan tetapi juga merupakan pusat kegiatan pembinaan ummat. Fungsi masjid merupakan tempat kaum muslimin beribadat dan mendekatkan dirikepada Allah SWT. Beberapa hal terkait dengan kehidupan beragama merupakan problem-problem keumatan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Karena itu, dalam rangka optimalisasi peran Kementerian Agama dalam melakukan pembinaan umat, pembangunan bidang agama menjadi salah satu bagian penting dari program pembangunan nasional, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan jama`ah, maka fungsi masjid lebih di kembangkan kepada fungsi sosial yang relevan dengan kebutuhan jama`ah yang meliputi : Konsultasi hukum, Peningkatan ekonomi jama`ah, Kesehatan lingkungan, Pendidikan, Pengelolaan zakat dan wakaf beserta bimbingan haji dan lain sebagainya.

Ditegaskan kepada para Pengurus DKM yang baru dilantik agar melaksanakan tugas dan fungsi tanggung jawab masing-masing yang telah ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, baik sebagai imam, muazin dan bidang-bidang lainnya misalnya Bidang IDARAH, IMARAH, RIAYAH ketiga bidang ini merupakan konsep pemberdayaan masjid. Untuk itu Kepada pengurus DKM agar mewujudkan aktifitas masjid sebagai wahana pembinaan umat islam harus ada aktifitas yang tertib, teratur, berdayaguna, dan berhasil guna dan hari Jumat lusa segera dilaksanakan untuk solat Jumat perdana, sesuai dengan Al-Quran Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. At-Taubah(09):18).

Dalam kesempatan itu peringatan Isro dan Miraj Nabi besar Muhammad S.A.W dengan tema Menuji peribadi yang lebih baik dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan disampaikan (Prof.Dr. KH.Udi Mufrodi, Lc) dalam ceramahnya tentang kesabaran orang yang sabar akan mendapatkan perlindungan dari Allah S.W.T, salah satu gambaran ditetapkan Nabi besar Muhammad S.A.W sebagai Ulul al-azmi adalah gelar yang diberikan kepada pararasul yang memiliki kedudukan tinggi/ istimewa karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa, dalam menyebarkan agama.

Disamping itu dalam ceramahnya menggambarkan hikmah perjalanan isro dan Miraj merupakan perjalanan yang penuh berkah yang menunjukkan betapa Maha Kuasanya Allah Subhanahu wa Taala. Bagaimana seorang hamba Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, bersama ruh dan jasadnya menempuh jarak ribuan bahkan jutaan kilometer hanya dalam satu malam saja. Dan dalam perjalanan yang sedemikian cepat tersebut, Allah kuasakan Nabi Muhammad mampu melihat keadaan sekitar yang beliau lewati, baik kejadian atau keadaan saat isra maupun miraj, perjalanan isra dilakukan di malam hari karena malam hari adalah waktu yang tenang menyendiri dan waktu yang khusus. Itulah waktu shalat yang diwajibkan atas Nabi, sebagaimana dalam firman-Nya, Berdirilah shalat di malam hari (QS. Al-Muzammil: 2) (as-Suyuthi, al-Khasha-is an-Nabawiyah al-Kubra, Hal: 391-392). Hikmah perjalanan isra menuju Baitul Maqdis sebelum naik ke langit adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini. Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad memulai perjalanan isra ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang beriman dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya (dalam Ibnu Hajar, Fathul Bari, 7: 200-201), Sedangkan peristiwa terbukanya pintu langit yang sebelumnya terkunci, lalu Jibril alaihissalam meminta untuk dibukakan, yang demikian agar alam semesta mengetahui bahwa sebelum kedatangan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam hal ini belum pernah dilakukan. Sekiranya tidak demikian, mungkin orang akan menyangka bahwa pintu langit senantiasa terbuka. Dan Allah Taala juga hendak menggabarkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dikenal oleh penduduk langit. Oleh karena itu, ketika pintu langit dibukakan, lalu Malaikat Jibril mengatakan kepada penjaga langit bahwa ia bersama Muhammad, malaikat penjaga tersebut bertanya, Apakah dia telah diutus? Bukan bertanya, Siapa Muhammad? (dalam as-Suyuthi, al-Khasha-is an-Nabawiyah al-Kubra, 391-392), Pengkhususan syariat shalat melalui perjalanan miraj karena ketika Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam miraj di malam itu, para malaikat sedang beribadah. Di antara mereka ada yang berdiri dan tidak duduk, ada yang terus rukuk dan tidak sujud, ada yang terus sujud dan tidak duduk, maka Allah Subhanahu wa Taala mengumpulkan semua ibadah ini untuk umat Nabi Muhammad. Seorang hamba menggabungkan berdiri, rukuk, sujud, dan duduk dalam satu rakaat saja (dalam Muhammad Amin bin Ahmad Janki, ash-Shirah an-Nabawiyah min al-Fathi al-Bari, 1: 239-240), Lalu beliau shallallahu alaihi wa sallam diistimewakan dengan mengimami para nabi dan dinaikkan menuju sidratul muntaha, suatu keistimewaan yang tidak didapat oleh seoranng pun selain beliau.Dan sebesar-besar hikmah dari perjalanan isra miraj adalah disyariatkannya shalat. Dengan melaksanankan shalat wajib tersebut seorang hamba menegakkan sebuah kewajiban ubudiyah yang mampu meredam hawa nafsu, menanamkan akhlak-akhlak mulia di dalam hati, menyucikan jiwa dari sifat penakut, pelit, keluh kesah, dan putus asa. Dengan shalat kita bisa memohon pertolongan kepada Allah dari permasalahan yang kita hadapi. (Kontributor Kasi Bimas Islam Kota Clg)

Sebelumnya Kafilah Kabupaten Lebak Meraih Juara Ke – 3 MTQ XIV Tingkat Provinsi Banten
Selanjutnya Zakat Disejajarkan Dengan Sholat