PELAJARAN ‘ARAFAH


drs. sakhrudin

Islam ditegakan di atas lima pilar. Pertama:  mengucapkan dua kalimat syahadat, kedua: menegakan sholat, ketiga: mengeluarkan zakat, keempat: berpuasa di bulan Ramadlan, kelima: menunaikan ibadah haji bagi yang kuasa.

Dalam pelaksanaanya, kita mengenal tentang: syarat haji, wajib haji dan rukun haji.

Pengertian syarat, rukun dan wajib haji

  1. Syarat haji adalah sesuatu yang apabila terpenuhi, maka menjadikan orang tersebut wajib melaksanakan ibadah haji, yaitu: beragama Islam, baligh, sehat jasmani/rohani, merdeka dan mampu
  2. Rukun haji adalah perbuatan yang harus dilakukan dalam berhaji dan tidak dapat diganti dengan membayar dam, yaitu: ihram, wukuf di Padang ‘Arafah, Thowaf Ifadlah, Sa’i, Tahalul dan tertib. Apabila meninggalkan salah satu rukun tersebut maka hajinya tidak sah
  3. Wajib haji adalah segala sesuatu yang harus dikerjakan, dan apabila tidak dilakukan jama’ah harus membayar denda atau dam dan hajinya tetap sah. Wajib haji yaitu: Ihram dari miqot, mabit di Muzdalifah, melempar jumrah, mabit di Mina dan meninggalkan larangan-larangan haji.

Ibnu Rusyd berkata: “Para ulama telah sepakat bahwa wukuf di ‘Arafah merupakan bagian dari rukun haji, dan barangsiapa yang luput atau meninggalkanya maka harus ada haji pengganti atau hajinya diulang tahun berikutnya.”

Pengertian wukuf

“Haji adalah wukuf di ‘Arafah.” ( HR. An Nasai no. 3016, Tirmidzi no. 889, Ibnu Majah no. 3015, syeh Al Bani mengatakan bahwa Hadist ini shohih ). Perbuatan yang dilakukan oleh jama’ah haji ketika berada di ‘Arafah yaitu melaksanakan wukuf. Wukuf yaitu hadir dan diam berada di daerah ‘Arafah; baik dalam keadaan sadar, tertidur, berkendaraan, duduk, berjalan atau berbaring, entah dalam keadaan suci atau tidak suci ( junub, haid, nifas ). ( Fiqh Sunnah, 1:494 )

Waktu wukuf dimulai dari matahari tergelincir atau waktu zawal pada hari ‘Arafah tanggal 9 Dzulhijjah sampai waktu terbit fajar subuh pada hari Nahr tanggal 10 Dzulhijjah. Jika jama’ah melaksanakan wukuf selain waktu tersebut, maka wukufnya tidak sah, dan jika wukufnya tidak sah berarti hajinya juga tidak sah menurut kesepakatan para ulama.

Gambaran Padang Mahsyar

Gambaran Padang Mahsyar yang disampaikan oleh Rasulullah bahwa: “Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” ( Hadist shohih diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah ). Meskipun demikian, akhirnya mereka diberi pakaian juga. Adapun pakaian yang dikenakanya ketika itu adalah pakaian yang dikenakan ketika mati. Abu Sa’id Al Khudri mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah bersabda:

“Mayit akan dibangkitkan dengan pakaian yang dikenakanya ketika mati.” ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban dalam shohihnya. Hadist ini dinilai shohih oleh Al-Albani dalam shohih at-Targhib wat-Targhib no. 3575 )

Muadz bin Jabal, tatkala hendak menguburkan jenazah ibunya, beliau meminta agar jenazah ibunya dikafani dengan kain kafan yang baru. Beliau mengatakan, “Perbaguskanlah kafan jenazah kalian, karena sesungguhnya mereka akan dibangkitkan dengan ( memakai ) pakaian itu.” ( Fathul Bari syarah shohih Al-Bukhari, 11/383 ).

Pelajaran ‘Arafah

Para jama’ah haji ketika wukuf di ‘Arafah :

  1. Hanya dibungkus dengan dua lembar kain Ihram seperti halnya para jenazah yang dikuburkan hanya dibungkus kain kaffan yang berwarna putih.
  2. Para jama’ah melepas status social mereka; tidak terlihat lagi mana jenderal dan mana yang kopral
  3. ‘Arafah memberi pesan tentang keadilan, kebersamaan dan persamaan manusia di hadapan sang Khalik

KESIMPULAN

Ibadah Haji merupakan puncak segala ibadah. Dalam ibadah haji manusia akan menemukan jati dirinya; bahwa hakekat manusia bukan terletak pada harta kekayaan yang dimilikinya, pun tidak terletak pada pangkat, jabatan dan kedudukan. Tapi semua itu akan ditanggalkan ketika para jama’ah wukuf di ‘Arafah yang hanya dibalut dua lapis kain ihram seperti saat menghadapi kematian nanti. Itulah pesan dan pelajaran ‘Arafah.

Penulis, SAKHRUDIN, M.MPd ( Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kab. Serang )

Sebelumnya Gerak Jalan Santai Meriahkan HUT Kota Serang ke 10
Selanjutnya Kemenag Lebak Adakan Pemantapan Karu dan Karom Jamaah Haji Kabupaten Lebak Tahun 1438 H / 2017 M