Olah Raga Memanah Mendidik Generasi Muda Bersungguh-Sungguh Dalam Kehidupan


Olahraga Memanah Mendidik Generasi Muda Bersungguh-Sungguh Dalam Kehidupan

Oleh: M. Edi Suharsongko, S.Ag., M.Pd

(Plt. Kasubag TU Kemenag Kota Tangsel)

Islam sebagai agama yang Syamil (lengkap) dan Mutakammil (sempurna) sangat memperhatikan aspek jasmani umatnya. Allah SWT secara tersirat dalam Al-Qur’an menyuruh umat-Nya untuk juga memperhatikan aspek jasmaninya.

Misalnya dalam Al-Qur`an surat Al-Anfal ayat 60, Allah SWT berfirman, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”

Secara implisit, ayat di atas menjelaskan bahwa meskipun umat Islam dalam keadaan aman dan damai, tetap diperintahkan untuk selalu dalam kondisi siaga dan selalu berlatih secara fisik secara berkesinambungan, sehingga kebugaran diri tetap terjaga dan dalam keadaan maksimal.

Jika kita memandang dalam perspektif hari ini, tafsir ayat tersebut menyuruh kita untuk selalu membina jasmani kita dengan cara olahraga. Dalam banyak hadits shahih ada olahraga yang paling diutamakan untuk umat Islam, yaitu berkuda, berenang, dan memanah.

Berkuda, memerlukan ketangkasan, tidak hanya menjadi pak kusir yang duduk di muka, tetapi menjadi penunggang yang duduk di atas kuda sambil memacunya ke arah yang dikehendaki.

Berenang, membutuhkan kekuatan fisik dan kecepatan. Olahraga lain yang membutuhkan dua aspek ini tentu banyak sekali. Sepakbola, futsal, basket, baseball atau olahraga populer lain juga membutuhkan aspek-aspek itu.

Sedangkan memanah, membutuhkan konsentrasi dan ketepatan. Otot yang terlibat dalam olahraga ini mungkin hanya sekitar lengan dan dada, tak semua otot tubuh terlibat. Olahraga ini lebih menekankan aspek mental, ketenangan, fokus dan konsentrasi.

Nabi SAW pernah bersabda, “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (HR. Ahmad)

Lebih egas lagi, Nabi SAW saat berada di atas mimbar membacakan ayat, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi (QS. Al-Anfaal: 60)”, lalu beliau bersabda, “Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (HR. Abu Daud)

Dalam hadits ini, Nabi SAW sangat mengutamakan olahraga memanah daripada olahraga-olahraga lainnya. Memanah adalah olahraga yang menggunakan peralatan seperti busur panah, anak panah, dan target untuk memanah. Belajar memanah dapat melatih emosi dan fisik untuk meletakkan target pada sasaran.

Memanah sangat menitik-beratkan keseimbangan tubuh. Maka, jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung, olahraga ini melatih manusia untuk tenang dan menstabilkan emosi. Individu yang tidak tenang, ceroboh, pemarah, kurang sabar atau kurang sehat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik. Melenturkan anak panah di busurnya, kemudian melepaskannya sangat memerlukan satu kekuatan fisik, olahraga ini juga sebagai latihan holistik kepada diri seseorang dari segi fisik dan mental.

Maka, di zaman now saat ini, ruh jihad di kalangan generasi muda Islam harus tetap dipelihara dan tumbuhkan, sehingga menjadi sebuah kepribadian yang akan meningkatkan kesungguhan dalam belajarnya, kesungguhan memiliki sejumlah ketrampilan, dan kesungguhan menolak perbuatan maksiat. Jika upaya yang sungguh-sungguh dalam setiap lini kehidupan menjadi kepribadian pemuda Islam, maka mereka akan memiliki pribadi yang tangguh, dan kesungguhan dalam belajarnya.

Sebelumnya Apakah itu Yang di Tangan Kananmu, Wahai Musa?
Selanjutnya Bermegah-megahan Telah Melalaikanmu