MTs NEGERI 3 KOTA CILEGON ADAKAN DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BAGI GURU MADRASAH TSANAWIYAH DI MTs NEGERI 3 KOTA CILEGON

MTs NEGERI 3 KOTA CILEGON ADAKAN DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BAGI GURU MADRASAH TSANAWIYAH DI MTs NEGERI 3 KOTA CILEGON

PARA PESERTA DIKLAT MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DI MTs N 3 KOTA CILEGON

 

Cilegon (Humas MTsN 3) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi para pendidik atau guru di MTs Negeri 3 Kota cilegon, kepala MTs Negeri 3 kota cilegon mengadakan diklat kerjasama dengan balai diklat keagamaan Jakarta tentang model-model pembelajaran bagi guru madrasah Tsanawiyah.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru di MTs Negeri 3 kota cilegon dengan jumlah 40 orang guru. Kegiatan diklat ini dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon H. Mahfudin pada Senin (07/10).

Dalam sambutannya mengamanatkan agar para guru senantiasa meningkatkan kemampuannya dengan senantiasa belajar dan membaca sehingga mampu memberikan pembelajaran kepada peserta didik sesuai dengan jaman saat ini dengan berbagai kemajuan teknologi. Dalam sambutannya juga kepala kantor kementerian agama mengingatkan kepada para peserta agar menjadikan dirinya ibarat gelas kosong sehingga mereka bisa menerima segala informasi dan pengetahuan yang diberikan oleh para pemateri.

Bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan ini adalah Widya Iswara dari balai diklat keagamaan Jakarta yaitu Dr. Robiah Umi Kulsum dan Dra. Ika Berdiati, M.Pd. dengan materi Building Learnig Comitment, konsep dasar model pembelajaran, hubungan konseptual dan fungsional antara strategi, model pembelajaran project based learnig, model pembelajaran discovery dan inquiry learning, model pembelajaran problem based learning dan praktik model pembelajaran.

Dalam kegiatan tersebut para peserta terlihat sangat antusias mengikuti diklat dan merasakan pembelajaran yang sangat berkesan. Dengan ilmu dan pengetahuan baru yang diberikan oleh para pemateri.

Sementara itu kepala MTs Negeri 3 Kota cilegon dalam sambutannya mengharapkan para peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dari awal sampai akhir, serta setelah kegaitan tersebut dapat mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga kegiatan belajar dapat bermakna dan dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar dan kompetensi inti yang diharapkan.

Sebelumnya MTsS DIEN EL HAYAT GELAR LOMBA AJANG PMR
Selanjutnya JELANG PEMBUKAAN MTQ, LPTQ PANDEGLANG GELAR KHATAMAN AL-QUR’AN