LPTQ KOTA CILEGON GELAR ORIENTASI DEWAN HAKIM MTQ XVIII TAHUN 2019


CILEGON – (Inmas Bimas Islam Kemenag) PLT Walikota Cilegon (Edi Ariadi) membuka acara Orientasi Dewan Hakim MTQ XVIII tingkat Kota Cilegon bertempat di Aula SMK Yayasan Pendidikan Bina Bangsa Link. Kubang Welingi Kota Cilegon Minggu(10/2/2019) dengan mengusung tema “Aktualisasi Sistem Penilaian yang Amanah Profesional menuju potensi Putra Daerah yang berprestasi”, peserta kegiatan tersebut dihadiri   Sekretaris Daerah Kota Cilegon (Sari Suryati) pengurus LPTQ Tingkat Provinsi Banten (Sibli Sarjaya),  pengurus LPTQ Tingkat Kota Cilegon, LPTQ Tingkat Kecamatan,  utusan Kementerian Agama, utusan Bintal Setda Kota Cilegon, para Dewan Hakim MTQ XVIII dan undangan lainnya.

Plt Kota Cilegon, (Edi Ariadi)) sekaligus membuka acara Orientasi  MTQ XVIII tingkat Kota Cilegon dalam sambutannya mengatakan  Dewan Hakim merupakan orang-orang pilihan dan profesional dalam melaksanakan tugas, merupakan kunci utama dalam penentuan Juara perhelatan dalam MTQ, harus Obyektif, sportif dengan menjunjung tinggi sifat Amanah, kejujuran dan dapat dipertanggungjawabkan, “Kami ingin meningkatkan prestasi dan prestise para Kafilah asal Kota Cilegon di Tingkat Provinsi, MTQ XVIII di Kecamatan Purwakarta harus ditingkatkan kualitasnya baik dari sisi para peserta maupun dari sisi penyelenggaraanya, tak ketinggalan termasuk sukses dari segi pelaporan pertanggung jawaban keuangan, ungkapnya.

Laporan Ketua Harian LPTQ Kota Cilegon (Abdullah Sarif) menyampaikan Dewan Hakim wajib menjunjung tinggi kode etik perhakiman dalam melaksanakan penilaian dengan obyektif mengingat para peserta yang juara I akan mewakili perhelatan MTQ di tingkat Provinsi Banten, tujuan dari Orientasi ini untuk meningkatkan kualitas dewan hakim sehingga dalam pelaksanaannya, penjurian dapat dilakukan dengan adil. Kegiatan ini untuk memberikan pembekalan, agar dewan hakim atau dewan juri MTQ ini dapat menyelesaikan semua persoalan terkait penentuan juara.

Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten (Syibli Sarjaya) dalam penyampaian materinya Kebijakan dewan hakim dalam melaksanakan tugas pada MTQ,  Dewan Hakim sesuai dengan tugas dan fungsi dan harus Independen, transparan dan Akuntable, dewan hakim  benar-benar melakukan penilaian dengan obyektif, tidak ada tendensi yang akan mengakibatkan munculnya tanggapan, opini publik serta friksi yang negatif terhadap sistem penilaian yang dilakukan oleh dewan hakim, hasil akhir dari penilaian ini akan menjadi tolak ukur bagi qari dan qariah yang berhasil menjadi yang terbaik dalam MTQ untuk diikutsertakan pada MTQ Tingkat Provinsi maupun Nasional,

Pelaksanaan Orientasi Dewan Hakim dibagi diantaranya: Studium General untuk seluruh peserta Dewan Hakim yang hadir, pada Sesi selanjutnya dibagi masing-masing kelas: Materi I (Kreteria penilaian Cabang Tilawah dan Qiroat Sab’ah) narasumber KH. Sobri Man’us moderator Syarifudin; Materi II, (Kriteria penilaian Cabang Tahfidz dan Tafsir) narasumber KH.A. Maiumun Ali Moderator H.Inas Nasrullah; Materi III Penilaian Cabang Qiroatul Kutub dan Hifdzil Hadits narasumber KH. Baizuri moderator H.Suadilah; Materi IV (Cabang MFQ dan MFQ) narasumber H. Chusaeri Rusdi moderator H. Hayani; Materi V (Cabang Khoth dan MMQ) Narasumber  KH. Sarbani dan H. Fajri Ali moderator H. Muktillah.

Sementara itu Kasi Bimas Islam (Isomudin) sekaligus sebagai peserta Orientasi Dewan Hakim Musabaqoh Makalah Al-Qur’an (MMQ) pada kelompok kelas materi V,  menyampaikan  penyelenggaan MTQ XVIII tahun ini ada beberapa Inovasi diantaranya peserta MTQ dalam pendaftaran dan tampil menggunakan sistim Finger Print dan NIK asli daerah Kota Cilegon, mengingatkan bahwa  Dewan Hakim begitu pentingnya keberadaan ditempatkan pada Majelis-majelis  hakim  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVIII dalam ajang lomba MTQ agar menjadi dewan hakim yang profesional dan amanah. maka diperlukan konsentrasi kita bersama dalam mengikuti pembinaan bagi dewan hakim. “Orientasi pembinaan yang di laksanakan ini merupakan salah satu faktor yang sangat strategis yang menentukan suksesnya MTQ serta keberhasilan yang membangun citra seluruh pelaksana MTQ. dan ini bukan menyangkut persoalan penilaian juara pada babak final semata, akan tetapi pelaksanaan tugas dewan hakim selama MTQ berlangsung harus benar-benar profesional dan independen, ” Keberadaan hakim atau dewan juri yang adil, akan berpengaruh pada kualitas juara yang dihasilkan, dengan penjurian yang optimal, dewan hakim harus tidak memihak, harus mengerti apa dan siapa yang akan dinilai dan yang paling penting dewan hakim tersebut harus cermat, diharapkan juara yang keluar mampu menjadi juara umum dalam MTQ tingkat Provinsi nantinya, untuk keberhasilan pelaksanaan MTQ nanti ditentukan oleh 3 Sukses yakni Sukses Pembinaan, Sukses Penyelenggaraan, dan Sukses Prestasi dari  ketiga sukses ini merupakan indikator yang harus diperjuangkan khususnya dalam penjurian untuk semua tingkatan cabang yang diperlombakan baik dari sisi tajwid, fashahah, lagu, suara, dan lain-lain yang meliputi beberapa cabang perlombaan lainnya (Kontributor :Kasi Bimas Islam Kota Clg)

Sebelumnya Lepas Sambut Kepala MTsN 1 Pandeglang
Selanjutnya RIBUAN ASN dan PEGAWAI DI LINGKUNGAN KANKEMENAG IKUTI PAWAI TA’ARUF