Kota Tangsel Terpilih Menjadi Lokus Benchmarking Peserta Diklat Pim IV Angkatan XXX Kemenag RI Tahun 2017


(Oleh: M. Edi Suharsongko / Kasi Pakis Kemenag Kota Tangsel)

Salah satu kegiatan penting dalam Diklat Pim IV Angkatan XXX Tahun 2017 adalah Benchmarking. Benchmarking merupakan proses berkelanjutan dan sistematis di dalam mengevaluasi produk, jasa, dan proses kerja suatu organisasi yang dipandang sebagai praktek terbaik, dengan maksud untuk melakukan perbaikan organisasi.

Benchmarking dilaksanakan di Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang beralamat di Jl. Maruga I, Serua, Tangerang Selatan, Banten. Pemilihan Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebagai lokasi Benchmarking oleh penyelenggara Diklatpim Tingkat IV dengan pertimbangan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu instansi yang telah mendapatkan beberapa penghargaan dan penilaian baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Komisi Ombudsman, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan BKPM dalam hal pelayanan publik. Piagam Penghargaan Role Model Pelayanan Publilk di Indonesia yang merupakan penghargaan paling baru yang diperoleh pada tanggal 28 Februari 2017.

Kegiatan Benchmarking to the Best Practices dilaksanakan pada tanggal 2 s/d 6 Mei 2016 di Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan hasil Benchmarking, maka identifikasi Best Practices di Pemerintah Daerah Tangerang Selatan yang diperoleh adalah:

  1. Inovasi pada bidang Pelayanan Kesehatan
  • SMS gateway, yaitu pelayan pendaftaran yang dilakukan via SMS
  • Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS), merupakan sistem yang mengintegrasikan dan menghubungkan puskesmas-ouskesmas yang ada di Wilayah Tangerang Selatan menjadi satu kesatuan, dapat mengetahui rekam medis
  1. Inovasi pada Layanan Pajak
  • E-SPPT PBB, merupakan inovasi untuk mendapatkan SPPT PBB secara elektronik
  • E-PBB, aplikasi untuk mengetahui data dan tagihan PBB
  • SMS dan EMAIL GATEWAY, cara untuk mendapatkan besaran tagihan PBB dan data tunggakan PBB 10 Tahun terakhir
  • BPHTB REGISTER ONLINE, aplikasi untuk mempermudah pembayaran dan penelitian SPP daerah BPHTB yang dapat diakses oleh seluruh pejabat PPAT
  • PBB BPHTB MONITORING, aplikasi yang dapat diakses oleh seluruh kecamatan dan kelurahan untuk monitoring penerimaan PBB sesuai wilayahnya
  • BPHTB HOST TO HOST BPN TANGSEL, aplikasi untuk mengintegrasikan informasi pembayaran BPHTB secara parsial kepada sistem aplikasi pelayanan BPN Tangsel, aplikasi ini merupakan aplikasi pertama
  1. Inovasi pada Pemerintahan
  • SISUMAKER (Sistem Surat Masuk dan Keluar) merupakan sistem implementasi surat menyurat secara digital untuk memenuhi azas efektif, efisien dan akuntanbilitas untuk memudahkan proses SKPD di kota Tangsel.
  • SIMRAL, Sistem pada Bidang Perencanaaan dan Penganggaran secara Online sehingga dapat diakses oleh pihak-pihak yang berwenang.
  • Sistem Pengaduan Masyarakat (WEB dan mobile android)
  1. Inovasi Pada Perizinan (BP2T)

Perizinan pertama di Indonesia yang dilakukan secara menyeluruh dari proses pendaftaran, pemoresan, paraf dan tanda tangan dilakukan secara online.

  • Layanan Perizinan Tiap Kecamatan/Kelurahan
  • SIMPONIE DAN SMS GATEWAY

Hasil analisis Benchmarking terdapat beberapa hal yang utama yang menjadi perhatian diantaranya adalah membangun sistem aplikasi secara mandiri, rekrutmen tenaga ahli pengembang aplikasi IT, Menerapkan Aplikasi online guna Menghemat Akses dan Pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi secara optimal.

Berdasarkan analisis Benchmarking best practice yang dapat diadopsi ke dalam proyek perubahan peserta Diklatpim IV angkatan XXX adalah bagaimana teknologi bisa digunakan untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan kepada masyarakat. Adapun best practices yang dapat diadaptasi adalah sebagai berikut :

  1. Keteladanan, support dan political will dari pimpinan organisasi (Walikota)
  2. Pengembangan aplikasi dengan biaya murah (menghemat anggaran)
  3. Pengembangan aplikasi dilakukan oleh SDM internal
  4. Meminimalisir ketergantungan terhadap konsultan eksternal
  5. Double scurity (username/password dan melalui notifikasi sms)
  6. Klasifikasi kinerja satker/sator dan keseluruhan pegawai
  7. Sistem pelayanan perizinan terpadu satu pintu berbasis online
  8. Rekrutmen Tenaga Ahli yang memiliki kompetensi IT untuk membantu pengembagan Inovasi Aplikasi Pelayanan Publik

Beberapa hal yang dapat disarankan adalah:

  1. Konsep “Smart City” hendaknya terus disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui, memahami dan mendukung semua proses perubahan demi tercapainya Tangerang Selatan menjadi Smart City.
  2. Konsep “Smart City” hendaknya tidak hanya menekankan pada pengembangan teknologi, akan tetapi lebih menekankan bagaimana mempermudah kerja pemerintah melalui teknologi yang diciptakan dalam melayani masyarakat.
  3. Makna konsep “Smart City” memiliki arti penggunaan teknologi untuk memperbaiki kulitas hidup baik pemerintah dan kualitas hidup masyarakat luas.

Ketua : Mujib Roni

Sekretaris : Lina Saparlina

Penyaji : Budi Sulistiyo

Anggota :

  1. Warlan
  2. Siky Hendro Wibowo
  3. Ildefonsus Apfelson
  4. Adriana Worotitjan
  5. Ahmad Rifaudin
  6. Mursalih
Sebelumnya Membumikan Nilai-Nilai Shalat Dalam Menumbuhkan Generasi Yang Cerdas, Mandiri Disertai Akhlak Terpuji
Selanjutnya FSLDK Se-Provinsi Banten Gelar Konser Kemanusiaan Peduli Palestina dan Suriah