Koordinasi dan Konsolidasi Antar Umat Beragama


KENCANA LOKA (Inmas_Tangsel) – Kasi Bimas Kemenag Tangsel, H. Abdul Rojak, pada Senin (26/03/2018) menjadi narasumber pada acara Koordinasi dan konsolidasi Antar Umat Beragama Guna Menjaga Kerukunan Serta Kondusifitas Kota Tangerang Selatan, bertempat di Aula Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan.

Acara yang diselenggarakan oleh Kesbangpol Tangsel ini diikuti oleh 70 orang peserta, perwakilan dari semua unsur agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu, dan dibuka oleh Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany.

Turut hadir dalam acara pembukaan, Kepala Kesbangpol Tangsel, Azhar Syam’un, Sekban Kesbangpol Tangsel, Sigit, Sekum FKUB Tangsel, H. Fahrudin Zuhri. Silaban dari kristen HKBP yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Komisi 5 juga hadir menjadi peserta pada acara ini.

Narasumber lain yaitu wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tangsel, Safrudin, anggota DPR RI dari Nasdem, Sahat Silaban. Sahat Silaban adalah anak dari Arsitektur Masjid Istiqlal, Fredich Silaban.

Kasi Bimas Kemenag Kota Tangsel, H. Abdul Rojak, membawakan materi yang berjudul “Toleransi dan Intoleransi”. Dalam paparanya, dirinya menjelaskan bahwa sebagai bangsa yang mejemuk seperti Indonesia, isu agama  dan keyakinan menjadi sentimen yang rawan menimbulkan konflik dan perpecahan.

“Bentuk yang nyata ujian itu adalah munculnya Kontestasi Identitas baik agama dan ras, yang tidak hanya terjadi di Ibu Kota, tetapi juga menjalar ke sejumlah wilayah lain,” paparnya.

Menurutnya, di tahun politik di mana akan dilaksanakan Pemilukada serentak, potensi konflik sering terjadi karena adanya politisasi agama. Konflik atau gesekan yang muncul karena menggiring isu agama ke permukaan, dan masyarakat akan terpola sesuai  pilihannya. Fenomena ini bisa disaksikan  dalam  gelaran  Pilkada ketika pasangan calon (paslon) yang bersaing di beberapa daerah memiliki agama atau keyakinan yang berbeda.

“Perlu digarisbawahi, memilih berdasarkan  agama atau keyakinan merupakan hak setiap warga Negara yang telah dijamin konstitusi , serta tidak mengingkari semangat pilkada yang jujur dan demokratis. UUD 1945 Pasal 28E ayat (2) mengamanatkan setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. Pada ayat (3) juga dikatakan setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan  pendapat. Sehingga, pelarangan atau  mempermasalahkan hal-hal seperti ini justru menginterpretasikan, tengah terjadi intervensi atau pengekangan kebebasan masyarakat  dalam  memilih,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan tentang teori smart regulation. Dalam teori ini ada lima prinsip utama  dalam  pengelolaan regulasi di era regulatory pluralism.

Pertama, regulasi harus mencerminkan pengakuan kepentingan antar pihak atau win-win solution.  Prinsip ini sangat sejalan dengan ajaran demokrasi. Dalam  prinsip  ini, kepentingan  minoritas wajib  dipertimbangkan  dalam  proses penyusunan dan penegakkan regulasi.

Kedua, Negara memfasilitasi pemberdayaan non-state actors untuk lebih memahami mekanisme dan prosedur regulasi; mulai dari penyusunan, implementasi, hingga penegakkannya.

Ketiga, proses penegakkan regulasi harus melibatkan masyarakat sipil. Negara memfasilitasi  keterlibatan  perwakilan masyarakat sipil dalam proses penilaian tindakan untuk dikategorikan sebagai kepatuhan atau ketidakpatuhan. Transparansi dan akuntabilitas Negara  (khususnya aparatur penegak hukum) tidak cukup untuk membangun keputusan yang legitimate  regulatory pluralism membutuhkan partisipasi untuk melengkapi penegakkan regulasi.

Keempat, system penegakkan regulasi dilakukan bertingkat, misalnya persuasi, surat peringatan, hukuman public (publikasi), kriminalisasi hingga pencabutan izin untuk organisasi berbadan hukum. Negara dan masyarakat sipil bersepakat menentukan peran masing-masing dalam penegakan regulasi.
Kelima,
tujuan bernegara yang tercantum dalam UUD 1945 menjadi arah pengelolaan partisipasi multiaktor dalam penegakan regulasi dengan “Bhineka Tunggal Ika” sebagai tujuannya. (Fuay)

Sebelumnya Kerjasama Kemenag Tangsel dan Direktur SEAMOLEC
Selanjutnya GERAKAN LIMA PASTI UMROH