Kepala Kantor Kemenag Tangsel Ceramah Isra` Mi’raj


SERPONG (Inmas_Tangsel) – Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, H. Abdul Rojak, pada Selasa (10/04/2018) diundang untuk menjadi penceramah acara Isra` Mi’raj di pengajian Majelis Ta’lim Alhidayah, bertempat di Aula Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan.

Hadir dalam acara tersebut Camat Serpong, Hj. Mursinah, anggota DPRD Kota Tangsel Dapil Serpong, Hj. Nurhayati, Sekcam Serpong, H. Supriyadi, Ketua MUI Serpong, Ketua Majelis Ta’lim Alhidayah Serpong, Hj. Jumiyati, para ibu lurah dan para ketua dan pengurus Majelis Ta’lim secamatan Serpong.

Dalam tausiyahnya, Kepala Kantor menjelaskan bahwa Isra` Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu hanya satu malam. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

“Isra` dan Mi’raj merupakan dua cerita perjalanan yang berbeda. Isra` merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem, sedangkan Mi’raj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerimah perintah di hadirat Allah SWT,” jelasnya.

Kepala Kantor menambahkan, peristiwa Isra` Mi’raj merupakan peristiwa yang berharga bagi umat Islam, karena ketika itulah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini.

“Shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan antara seorang hamba dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian,” ujarnya.

“Perintah sholat dalam perjalanan Isra` dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra` Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat Islam,” tambahnya.

Di akhir ceramah, Kepala Kantor menegaskan bahwa siapapun orangnya tidak boleh seenaknya meninggalkan kewajiban shalat, karena akibatnya merugikan diri kita sendiri, akan menjadi orang yang menyesal selama-lamanya di akhirat kelak jika tidak secepatnya bertaubat  kepada Allah.

“Mengapa? Karena dianggap sebagai orang yang telah merobohkan agama Allah. Untuk itu marilah kita berusaha sebaik mungkin dalam menunaikan kewajiban shalat sehari-hari dengan tulus ikhlas hanya mengharap keridhoan Allah semata,” pangkasnya (Fuay)

Sebelumnya Keppres No 7 Tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1439H/2018M
Selanjutnya IRJEN KEMENAG TINJAU PELAKSANAAN UNBK DI MAN 1 KOTA SERANG