Kemenag Tangsel Tandatangani MoU dengan Kejari Tangsel


KENCANA LOKA (Inmas_Tangsel) – Kementerian Agama Kota Tangsel bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel melakukan penandatanganan piagam kerjasama masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Kegiatan yang dihadiri Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany ini dilaksanakan pada Kamis, (31/5/2018) di Aula Kemenag Kota Tangsel.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rozak dalam sambutannya menjelaskan bahwa penandatanganan MoU antara Kemenag dengan Kejari Tangsel ini dalam rangka penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara.

“Saya sangat bahagia karena keluarga besar Kemenag bisa melaksanakan MoU ini. Dan hal ini merupakan yang pertama di Provinsi Benten Kemenag melakukan Mou dengan Kejari,” jelasnya.

Kepala Kantor juga menjelaskan bahwa Kemenag Tangsel melaksanakan MoU ini karena sering mendapat gugatan tanah aset milik Kemenag Tangsel, baik wakaf, sekolah dan lainnya. Seperti tanah wakaf di Pondok Benda seluas 2000 meter persegi yang digugat oleh ahli waris. Karena di atas tanah tersebut berdiri sekolah dan masjid.

“Kami sangat butuh pendampingan dan masukan terkait masalah data tanah. Apalagi aset tanah sangat banyak. Jumlah sekolah madrasah ada 449 terdiri dari raudhatul Athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, dan aliyah. Juga ada lebih dari 600 masjid dan ribuan majelis taklim,” ungkap Kepala Kantor.

Kepala Kantor menyadari banyak sekali masalah perdata yang ada di Kemenag Tangsel. Setelah MoU ini, jika ada masalah dimohon ada pendampingan dan berharap kasus perdata bisa dimenangkan. Jadi aset tidak hilang. Terlebih di Tangsel dulu tanah masih luas masih murah, ketika harga sudah mahal maka aset-aset digugat. Baik dari ahli waris maupun organisasi LSM dan sebagainya.

“Kami berharap MoU ini bisa memberikan pendampingan hukum baik dalam bentuk memberikan masukan saran dariĀ  pengelolaan aset maupun lainnya. Kemenag bisa bermitra dengan kejari terutama dalam penyelasaian masalah perdata dan tata usaha negara,” ungkapnya.

Sementara itu Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang dilakukan Kejari dengan Kemenag Tangsel.

“Alhamdulillah ini terus dilakukan Kejari dan jajarannya agar kita bisa terus melakukan kerjasama ini. Banyak hal yang bisa dilakukan, tentu ini bisa diikuti oleh instansi vertikal lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, dulu di Tangsel tanah murah dan saat ini terjadi kenaikan yang cukup tinggi. Mudah-mudahan anak cucu kita selanjutnya tidak akan seperti itu nantinya.

“Tapi karena kita negara hukum yang menganut undang undang sendiri, kita harus berupaya menyadarkan masyarakat mana yang hak dan mana yang benar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran masyarakat,” jelasnya.

Mudah-mudahan dengan kerjasama baik ini fungsi pelayanan Kemenag Tangsel akan semakin baik.

Kepala Kejari Tangsel, Bima Suprayoga dalam sambutannya mengatakan, fungsi kejaksaan selaku JPN tidak lepas dari fungsi keperdataan dan kami mendampingi pemkot Tangsel.

“Kami apresiasi karena diberikan kepercayaan seperti ini. Tidak berhenti sampai di sini walau hanya sebatas konsultasi untuk datang ke kantor. Fungsi ini hanya bisa dimaksimalkan dengan kerjasama dan jangan menunggu ada masalah,” jelasnya.

Jaksa perdata merupakan jaksa yang mempunyai nilai lebih dan kita siapkan personil yang mumpuni. Tetapi bisa maksimal dengan data dan biaya sebagai pendukung.

“Agar tidak sembarangan menggugat. Kami juga melayani permasalahan masyarakat. Kita selesaikan permasalahan hukum, bersama kita bisa,” jelasnya. (Fuay)

 

Sebelumnya ORMAS ISLAM UNTUK PENGEMBANGAN EKONOMI UMAT
Selanjutnya Bersatu, berbagi, berprestasi menjadi pesan utama Upacara Hari Lahir Pancasila