Kemenag Tangsel Adakan Dialog Lintas Agama


SERPONG (Inms_Tangsel) – Sekretariat Kementerian Agama Kota Tangsel, pada Selasa (06/08/2019) menggelar acara Dialog Lintas Agama yang dilaksanakan di aula kecamatan Pamulang Tangsel. Acara tersebut mengambil tema “Meningkatkan Moderasi Beragama Memperkokoh Toleransi Umat Beragama”.

Acara dibuka oleh Kasubag TU Kemenag Tangsel, Nurhasan, yang sekaligus bertindak menjadi Narasumber, dan diikuti oleh 30 orang peserta perwakilan dari tokoh lintas agama di kota Tangsel.

Kasubag TU, Nurhasan, menjelaskan tolerensi adalah sebuah sikap untuk memberikan kebebasan kepada orang lain dalam berpendapat dan memberikan kebebasan terhadap orang lain untuk menjalankan keyakinannya masing-masing, khususnya dalam aspek agama.

“Toleransi juga suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok atau antar individu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi akan menghindarkan terjadinya diskriminasi walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat,” paparnya.

Narasumber kedua, pengurus MUI Tangsel, Mujar Ibnu Syarif. Dalam paparanya, ia membandingkan antara Indonesia dengan negara Islam lain yang ada di dunia. Menurutnya, negara-negara Islam yang lain cukup banyak perpecahan, tapi di Indonesia ada tradisi-tradisi yang dimasukan dan disebut sebagai Islam Indonesia yang harus diperjuangkan agar tidak hilang.

“Itulah yang membuat Islam di Indonesia menjadi lebih bersatu dan menghilangkan adanya perbedaan yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Dirinya menambahkan untuk memantapkan toleransi beragama perlu dilakukan upaya-upaya yang mendorong terjadinya toleransi beragama, antara lain memperkuat dasar-dasar toleransi antar umat beragama dengan pemerintah, membangun harmoni sosial dan persatuan nasional untuk hidup rukun, dan bertoleransi.

“Selain itu, harus diciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif dalam rangka memantapkan pendalaman dan penghayatan agama, menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan umat beragama dengan cara menghilangkan rasa saling curiga terhadap pemeluk agama lain sehingga akan tercipta suasana yang damai,” tambahnya.

Acara ditutup oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak. Dalam sambutannya sebelum menutup acara, Kepala Kantor menjelaskan indikator penting untuk memperkokoh persatuan antar umat beragama yaitu adanya usaha bersama antara umat beragama dan pemerintah untuk mewujudkan kehidupan yang toleran dan rukun.

“Untuk sekarang ini kerukunan antar umat beragama harus lebih dititikberatkan pada tindakan. Saya rasa pada tataran konsep, kerukunan umat beragama khususnya di Tangsel sudah berjalan kondusif. Maka yang diperlukan saat ini adalah tindakan nyata, seperti menjalin kerjasama antar umat beragama dalam menciptakan kegiatan yang dapat memperkokoh toleransi dan dapat dirasakan oleh seluruh umat beragama,” tegasnya.

Dirinya berkeinginan mengundang para tokoh lintas agama untuk berkunjung ke pondok-pondok pesantren atau madrasah, atau membuat even berskala besar yang melibatkan seluruh masyarakat dari lintas agama. (Fuay)

Sebelumnya Turnamen Bola Volly Kemenag Tangsel Cup 2019 Resmi Dibuka
Selanjutnya Siswa MIN 2 Tangsel Raih Medali Perunggu Pada Ajang IMC Singapore 2019