KEMENAG KOTA TANGERANG TOLAK AKSI TERORISME DAN RADIKALISME


Menyikapi beberapa aksi radikalisme dan terorisme akhir-akhir ini yang cukup mengganggu kenyamanan dan ketentraman kehidupan masyarakat serta berbangsa dan bernegara. Seperti kejadian pengeboman oleh Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Katolik Santa Maria Tak Tercela dan MAPOLRESTABES di Surabaya (12/5) hingga penggerebegan terduga teroris di Tangerang tepatnya di Jl. Gempol Raya, Kunciran Indah, Pinang, Kota Tangerang kemarin (16/5).

Beberapa kasus tersebut telah membuat keprihatinan yang mendalam bagi keluarga besar Kementerian Agama (kemenag) Kota Tangerang, sehingga membuat pernyataan sikap sebagai bentuk mendukung gerakan menolak segala bentuk aksi  terorisme, anarkisme dan radikalisme atas nama apapun, termasuk atas nama agama. Pernyataan sikap itu dipimpin langsung oleh kepala kemenag, Drs. H. Dedi Mahfudin, M.Si yang diikuti oleh seluruh staf pegawai kemenag, Kepala KUA, Kepala Madrasah, hingga para penyuluh Se- Kota Tangerang.

Dalam pernyataannya, kemenag Kota Tangerang menyatakan bahwa gerakan maupun aksi terorisme, anarkisme dan radikalisme bukanlah ajaran agama Islam. ” aksi-aksi terorisme dan radikalisme yang dipertontonkan oleh para terduga pengeboman di Surabaya maupun daerah-daerah lainnya merupakan perbuatan keji dan tak beradab yang sama sekali tidak dapat dibenarkan oleh siapapun dan tidak sesuai dengan ajaran Islam” tegas Dedi. Keluarga besar kemenag Kota Tangerang pun menyatakan bahwa Aksi-aksi terorisme dan radikalisme tersebut telah mengusik kehidupan berbangsa dan bernegara serta merusak harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai bentuk mendukung gerakan penolakan terhadap segala bentuk aksi terorisme, anarkisme dan radikalisme atas nama apapun, termasuk atas nama agama, maka keluarga besar kemenag Kota Tangerang menyerukan kepada kepada Ulama, Kyai, ustadz, termasuk para khatib dan penyuluh keagamaan untuk dapat menyampaikan pesan-pesan moral keagamaan yang penuh kedamaian, Islam damai yang menyerukan persatuan dan persatuan, Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin”.

Pada kesempatan itu pun Dedi mengajak kepada masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dengan melaporkan setiap aksi-aksi yang mengindikasikan gerakan terorisme, anarkisme dan radikalisme kepada pihak berwajib, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai bentuk tindakan pencegahan dini. “bagaimanapun kita ingin semua masyarakat damai, kehidupan antar umat beragama berjalan harmonis serta Indonesia yang damai” harap dedi. (yana)

Sebelumnya User Manual Sistem Informasi Performa Kementerian Agama (SIPKA)
Selanjutnya TINGKATKAN KINERJA DI BULAN SUCI RAMADHAN