KEMENAG KOTA CILEGON LAKSANAKAN BIMBINGAN PENCEGAHAN KAWIN ANAK dan PENGUATAN KELUARGA MUDA


CILEGON – (Inmas Bimas Islam Cilegon) Kementerian Agama Kota Cilegon melaksanakan Kegiatan Bimbingan Pencegahan kawin Anak dan penguatan keluarga muda  dilaksanakan Senin (10/12/2018) dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, Mahfudin sekaligus sebagai narasumber  dalam kesempatan  tersebut sebagai  Narasumber  lainnya diantaranya : Isomudin (Kasi Bimas Islam) dan Miftahudin Djabbi (Kepala Bidang Urasi dan Binsyar Kanwil Kemenag Provinsi Banten) bertempat di Hotel Horison Forbis Cilegon, acara kegiatam yang diikuti peserta yang belum menikah sebanyak 40 (empat puluh) orang,  utusan  dari  perguruan tinggi Al-Khairiyah, Dewan Kemakmuran Masjid, pegawai honore dan masyarakat.

Materi yang disajikan para narasumber diantaranya : Kebijakan Kemenag Provinsi Banten tentang Penyelenggaraan Binwin bagi Catin, Kebijakan Kementerian Agama tentang pendaftaran nikah pada KUA, Pencegahan perkawinan dini dan penguatan keluarga Sakinah.

Kepala Kantor Kemnetrian Agama Kota Cilegon dalam sambutanya bahwa layanan Kementerian Agama tingkat Kecamatan adalah KUA Kecamatan merupakan hal ini merupakan salah satu Unit Pelaksanaan Teknis penyelenggara layanan publik Urusan Agama Islam, secara organisasi KUA merupakan unit pengelola teknis pada Kementerian Agama berada dibawah tanggung jawab Dirjen Bimas Islam, secara oprasional dibina oleh KaKemanag Kab./Kota, menjelaskan pula sekilas tentang Peraturan Menteri Agama  No. 19/2018 Tentang Pencatatan Perkawinan dan Peraturan Dirjen No.713 Th.2018 Tentang Penetapan Formulir  dan Laporan Nikah Rujuk, dalam kesempatan itu pula Kementerian Agama menyaampaikan konsep rumah tangga islami yaitu di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. (Q.S. Ar-rum: 21) dan persyaratan memilih pasangan yaitu Wanita dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka, menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.

Kasi Bimas Islam (H.Isomudin) dalam penyampaian materinya bahwa persoalan Pernihaan bukanlah persoalan baru yang diperbincangkan publik, tetapi merupakan persoalan klasik yang telah dikaji sejak lama. Meski demikian, kajian tentang pernikahan selalu menarik karena setiap saat permasalahan pernikahan senantiasa berkembang dan selalu ada dinamisasi seiring dengan perubahan zaman, masalah jodoh adalah rahasia Allah yang sudah ditentukan dalam takdir. Belum menikah bukan berarti tidak laku, tapi butuh proses kematangan emosional agar bisa menghadapi kehidupan baru. “Terpenting niat dan yakin tertanam dalam hati, Allah akan menjaga calon pasangan terbaik kita sampai waktu yang tepat. Jangan pernah takut tidak mendapatkan jodoh, karena sudah Sunatullah setiap umat-Nya diciptakan untuk berpasangan. Seperti Firman Allah “Mereka (istrimu) adalah pakaian kalian, dan kalian adalah bagian dari mereka.” (QS. Al-Baqarah: 167),”. Dalam kesempatan itu pula memaparkan syarat materiil, dan formil perkawinan ditinjau dari UU No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, penyebab dari pernikahan dini; Budaya/adat istiadat, kelahahiran diluar nikah/kecelakaan, ekonomi, tingkat penddikan, Emosionalitas Laki-laki dan Perempuan.

Kasi Bimas Islam menegaskan dalam penyampainya pada peserta Bimbingan Pencegahan kawin Anak, dalam rangka memberikan pengetahuan tentang pandangan hukum dalam pasal 332 Kitab Undang-undang Hukum Pidan berbunyi “Mengancam hukuman penjara maksimal 7 (tujuh) tahun siapapun yang membawa pergi seorang perempuan yang belum dewasa, tanpa dikehendaki orangtuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya, dengan maksud untuk memastikan penguasaan terhadap perempuan itu, baik di dalam maupun di luar perkawinan. Pidana dalam Pasal 332 KUHP adalah delik aduan, Pasal 286 KUHP Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun, dalam pasal 287 KUHP ayat 1, berbunyi “ Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umumya belum lima belas tahun, atau kalau umurnya tidak jelas, bawa belum waktunya untuk dikawin, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun”.(Kontributor :Kasi Bimas Islam Kota Clg)

Sebelumnya Pemilihan Calon Ketua dan Wakil OSIS MTSN 1 Lebak Periode 2018-2019
Selanjutnya Seksi Penmad Tangsel Adakan Sosialisasi Aplikasi Raport Digital (ARD)