Kabid PAKIS Encep Syaprudin Muhyi Membuka Kegiatan Sosialisasi Ujian Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren


para peserta foto bersama dengan Kabid Pakis Encep Syaprudin Muhyi

Lebak (Inmas Banten) Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Menggelar Sosialisasi Ujian Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Zona III, kegiatan Sosialisasi ini di bagi tiga Jona, Jona I di laksanakan di Kabupaten Tangerang terdiri dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangel, jona II di laksanakan di Kabupaten Pandeglang terdiri dari Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon sedangkan Jona III ini di laksanakan di Kabupaten Lebak. Kegiatan ini dibuka Oleh Kabid PAKIS Encep Syaprudin Muhyi pada Rabu (26/02).

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Seksi Pakis Kemenag Kabupaten Lebak Ajrum firdaus, para Kepala Seksi di lingkungan Bidanag Pakis Kanwil Kemenag Banten, seluruh peserta dan Panitia.

Pendidikan kesetaraan merupakan pendidikan nonformal yang mencakup program faket A setara SD/MI paket B setara SMP/MTs dan paket C setara SMA/MA dengan penekanan pada penguasaan pengembangan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan keterampilan professional peserta didik. hasil pendidikan nasional setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang di tunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar pendidikan nasional (UU No 20 Tahun 2003 Sisdiknas pasal 26 ayat 6).

sebagai upaya untuk ikutserta dalam mencerdaskan anak bangsa khususnya para santri pondok pesantren Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Banten mengadakan Kegiatan Sosialisasi ujian pandidikan Kesetaraan pondok pesantren. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan ujian sekolah sebagai pengganti ujian sekolah berstandar nasional. Demikian dikatakan Muholid dalam laporannya.

Kabid Pakis Kanwil Kemenag Banten Encep Syaprudin Muhyi saat Memberikan Arahan pada Kegiatan Sosialisasi Ujian Pendidikan Kesetaraan

dalam arahannya Encep Syaprudin Muhyi menegaskan baik itu dipandidikan PAI maupun Pendidikan Kesetaraan khususnya pondok pesantren, kalau ingin maju yang pertama yang harus dilakukan adalah “annadhopatu minal iman” kebersihannya sarana-prasarana, tidak ada lagi pondok pesantren yang santrinya dolbon, kalau sarana prasarananya dijaga, kebersihanya di jaga insa Allah tamu itu akan betah, pondok pesantren itu kebersihannya di jaga kalau ingin maju.

ujian kesetaraan walau pun sudah memakai zona mudah-mudahan santrinya lulus semua termasuk di PAI mudah-mudahan lulus semua. Bedanya orang pintar dan orang bodoh, orang pintar itu serba tau karena sering membaca kalao orang pintar itu serba bisa, bikin kobong bisa, suruh nyapu bisa, suruh nyangkul bisa, itu semuanya mahkota kita.

yang kedua sumber daya manusianya (SDM) khususnya pondok pesantren, kalau kiyainya bisa ngaji tapi ngajar matematik belum tentu bisa, paling tidak kerjasama, banyak guru-guru PAI yang mahir matematik, mahir bahasa inggris, cabut untuk ngajar walaupun gratis, mungpung ada guru PAI, karena guru PAI itu seba bisa, Ujar kabid Pakis.

Kabid PAKIS mengaatakan santri di pondok pesantren itu jumlahnya pluktuasi hari ini jumlahnya 70 orang, besok 15 orang, basonya lagi bisa 80 orang, namanya juga salafi bukan salahfi, jadi betul-betul mereka itu pandidikannya di pesantren. Maka dari itu program pendidikan Agama dengan Ula, Wustho dan Ulyanya sudah dikerjasamakan dengan Polda, jadi lulusan ulya itu bisa daftar menjadi Bintara, bahkan polda itu mencari anak-anak santri yang punya keahlian bisa diterima dengan sekala prioritas, ujar Kabid pakis. (Uq/Inmas).

Sebelumnya KANWIL KEMENAG PROVINSI BANTEN ADAKAN SOSIALISASI UJIAN DI PANDEGLANG
Selanjutnya MTs Negeri 4 Tangerang Adakan Pelatihan Menulis