Rabu, 21 Agustus 2013 –
Pembukaan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) VI PTAIN se-Indonesia Berlangsung Meriah

Serang (Inmas Kanwil), Senin 19 Agustus 2013 Bertempat di Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang diadakan rangkaian acara Pembukaan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) VI PTAIN se-Indonesia. Acara ini di buka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia H. Suryadharma Ali dan ditandai dengan pemukulan beduk secara bersama-sama, dilanjutkan penyerahan Piala Juara Umum kepada Ketua Panitia. Pada kesempatan ini turut hadir pula Kakanwil Kemenag Prov. Banten H. Iding Mujtahidin, Sekda Pemprov. Banten H. Muhadi, Bupati Serang H. A. Taufik Nuriman, Perwakilan Pemkot Serang, Rektor Untirta H. Sholeh Hidayat, Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten H. Syibli Syarjaya selaku ketua Panitia, Para Rektor PTAIN se-Indonesia, dan para tamu undangan lainnya, acara ini di meriahkan oleh Drumband Gita Cantika dari MTsN Pamulang, Tarian ucapan selamat datang dari MAN 2 Kota Serang dan dimeriahkan pula dengan Tarian Rampak Beduk dari Paguyuban tari Ciseuat Pandeglang.

Dalam Sambutannya Ketua Panitia H. Syibli Syarjaya mengucapkan Selamat datang kepada seluruh kontingen Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) VI Banten di bumi 1000 Ulama. Acara ini diikuti oleh 53 Kontingen dan 2560 orang peserta, dan cabang yang akan di lombakan sebanyak 16 mata lomba terdiri dari : 3 cabang ilmiah, 7 cabang olah raga, 5 seni dan 1 riset karya ilmiah dan desain busana muslim, juga akan memperebutkan 388 medali terdiri dari : 122 Medali Emas, 122 Medali Perak, dan 144 Medali Perunggu. dan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Minat, Bakat, Prestasi mahasiswa dalam bidang olahraga, Seni dan Riset, dengan Motto kegiatan “Sportif, Prestatif, Kreatif, dan Religius”, Ujarnya. Selesai membuka acara PIONIR VI Banten Menag menghadiri Pertemuan Forum Rektor PTAIN se-Indonesia di Hotel Ratu Bidakara Kota Serang dan dilanjutkan Pembinaan Pegawai, Pejabat Struktural dan Fungsional dilingkungan kanwil Kemenag Prov. Banten di Aula Kanwil Kemenag Prov.Banten,

Selanjutnya Menghadiri Silaturahmi Akbar dan penandatanganan prasasti 1000 Madrasah Diniyah di pendopo Pemkab Lebak, dalam Sambutannya menag mengatakan sejauh ini stabilitas masyarakat terjaga dengan baik, termasuk harmonisasi agama, kendati tidak dapat di pungkiri masih ada konflik-konflik sosial baik berlatar belakang egoisme kesukuan, etnis dan lainnya. Sebenarnya konflik-konflik itu wajar terjadi, sebab allah menciptakan manusia dengan amarah-amarahnya, tidak ada masyarakat yang tidak ada konflik karena semakin tinggi pendidikan, bisa jadi konflik akan tinggi, sebaliknya jika masyarakat semakin rendah pendidikannya, koflik pun juga bisa terjadi, karena itu, sebagai umat beragama dan berakhlak, kita jauhi dan hindari konflik-konflik yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.

Pemerintah pusat sejak tahun 2012 telah menggelontorkan anggaran dari APBN senilai 48 triliun, dan hampir 38 triliun anggaran tersebut dikucurkan ke daerah untuk di manfaatkan pembangunan sarana pendidikan diniah dan keagamaan, kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memajukan pendidikan diniyah dan keagamaan, karena itu Kementerian Agama berharap setiap daerah mampu mengalokasikan anggaran pada APBD untuk program diniyah dan sarana keagamaan, karena dengan majunya pendidikan diniah dan keagamaan dapat menciptakan SDM yang berakhlak, produktif dan terhindar dari hal-hal yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama.

Dalam kesempatan yang sama Menag berulang kali mengapresiasi Bupati Lebak yang telah begitu peduli terhadap kepentingan Agama, karena telah begitu konsen dalam bidang keagamaan, selain memprogramkan Maghrib Mengaji, pembangunan sarana diniyah, para guru ngaji dan guru diniyah telah diperhatikan dengan memberikan Insentif, Program ini patut ditiru oleh pemerintah daerah lainnya, saya bangga dengan Pak Bupati Jaya Baya, saya juga tidak melihat apa Parpolnya, tapi yang saya lihat kiprah dan perhatiannya terhadap masyarakat yang luar biasa, saya berkali-kali datang ke Lebak lantaran Bupatinya memberikan perhatian yang tinggi terhadap keagamaan ujarnya, Bahkan Menag sempat berkelakar bila JB dibolehkan mencalonkan diri untuk ke tiga kalinya, PPP akan mendukung JB, lantaran JB merupakan sosok pemimpin yang mempunyai perhatian cukup besar terhadap pendidikan Agama, “Namun’ kan dibatasi cukup dua kali untuk regenerasi, kalo sudah menjabat Bupati harus naik kelas menjadi Gubernur.’ kelakarnya. (Uki)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.065235 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 269557
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.