Kamis, 11 April 2013 – Bidang Haji & Umroh
Persiapan Penyelenggaraan Haji Provinsi Banten tahun 1434 H/2013 M

Banten-Kemenag, Kementerian Agama mengukir sejarah baru dalam proses penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1434 H / 2013 M. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir pembahasan BPIH antara Pemerintah dan DPR RI biasanya alot dan membutuhkan waktu hingga 7 bulan lamanya, sehingga pembukaan pelunasan BPIH tahun berjalan selalu mepet menjelang keberangkatan calon jemaah haji ke Arab Saudi. Alhamdulillah pada tahun ini DPR RI dan Kementerian Agama telah menyepakati hasil pembahasan BPIH pada tanggal 1 April 2013 yang lalu, yang lebih menggembirakan lagi bahwa tahun ini BPIH turun dari tahun sebelumnya, untuk Embarkasi Jakarta (Provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung dan Jawa Barat) ditetapkan besaran BPIH sebesar 3.522 USD, hal ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebasar 116 USD, selengkapnya besaran BPIH untuk masing-masing Embarkasi sebagai berikut : Dari 12 embarkasi, BPIH paling besar ada di embarkasi Makasar dengan 3.807 dolar AS.

Sedangkan embarkasi yang paling murah BPIH-nya adalah embarkasi Aceh dengan 3.253 dolar AS. Selain dua embarkasi tersebut, sepuluh Embarkasi lainnya antara lain, embarkasi Solo sebesar 3.542 dolar AS, Surabaya 3.619 dolar AS, Banjarmasin 3.733 dolar AS, Balikpapan 3.744 dolar AS, Lombok 3.782 dolar AS, Medan 3.263 dolar AS, Batam 3.357 dolar AS, Palembang sebesar 3.381 dolar AS, Padang 3.329 dolar AS dan embarkasi Jakarta sebesar 3.522 dolar AS.Penetapan besaran BPIH tersebut kurang lebih 5 bulan sebelum masa keberangkatan calon jemaah haji ke Arab Saudi memberi peluang yang cukup bagi Kementerian Agama dan instansi terkait lainnya untuk melakukan persiapan penyelenggaraan haji tahun ini supaya lebih baik lagi dari tahun lalu. Besaran BPIH yang telah ditetapkan tersebut yang nantinya akan dibayarkan oleh calon jemaah haji pada saat pelunasan meliputi 3 komponen yaitu : 1. Biaya penerbangan, 2. Biaya pemondokan di Mekkah dan Madinah dan 3. Biaya living allowance (living cost) yang nantinya akan dikembalikan lagi kepada jemaah haji di Asrama haji pada saat berangkat.

Hal lain yang menarik dari Biaya Penyelenggaraan Haji tahun ini adalah subsidi kepada calon jemaah haji yang lebih besar dari tahun lalu. Apabila tahun lalu jemaah haji mendapatkan subsidi rata-rata sebesar 12 juta, untuk tahun ini jemaah haji mendapatkan subsidi sebesar 16.2 juta per orang. Subsidi ini menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Banten H. Iding Mujtahidin yang ditemui di ruang kerjanya diambil dari hasil optimalisasi atau manfaat dari setoran awal calon jemaah haji yang disimpan di seluruh Bank Penerima Setoran (BPS BPIH), melalui giro, deposito, dan sukuk. H. Iding Mujtahidin selanjutnya menjelaskan bahwa subsidi tersebut diperuntukan antara lain : selisih biaya pemondokan baik di Mekkah maupun Madinah contohnya biaya pemondokan di Mekkah per jemaah itu sebesar 4.500 real tapi jemaah haji hanya membayar 3.700 real berarti ada selisih 800 real yang harus disubsidi oleh Kementerian Agama dari dana optimalisasi tersebut, selanjutnya subsidi tersebut dipergunakan untuk membayar biaya general service kepada Pemerintah Arab Saudi, biaya konsumsi selama di Madinah, Arafah, Muzdalifah, Mina, konsumsi pada saat kedatangan dan kepulangan jemaah haji di Arab Saudi, transportasi selama di Arab Saudi, biaya asuransi, Akomodasi dan konsumsi selama berada di Asrama Haji dan lain sebagainya termasuk biaya bimbingan manasik haji di tingkat KUA Kecamatan dan Kabupaten/Kota.

Perlu diingat oleh calon jemaah haji Banten yang akan berangkat tahun ini bahwa Pemerintah telah dan sedang berupaya agar jarak pemondokan jemaah haji dekat dengan Masjidil Harram. Namun demikian pemondokan musim haji 2013 akan sulit mendapat wilayah yang dekat dengan kawasan Masjidil Haram, tetapi Kementerian Agama berupaya mendapatkan pondokan dengan jarak rata-rata 2,5 km. Tidak seperti tahun lalu jarak pondokan bisa diperoleh kurang dari 1 km. Hal itu sebagai dampak dari perluasan kompleks masjidil Haram yang hingga kini masih berjalan.

Pemerintah Propinsi Banten dalam hal ini Kementerian Agama sebagai Leading sector penyelenggaraan ibadah haji di Banten telah mempersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan seperti yang diharapkan. Persiapan-persiapan tersebut diantaranya : proses scaning setoran awal BPIH yang terintegrasi dengan sistem di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta sebagai dasar bagi Kedutaan Arab Saudi untuk menerbitkan visa haji, proses rekruitmen petugas haji baik petugas haji yang menyertai jemaah (TPHI dan TPIHI) juga petugas PPIH Arab Saudi yang telah dilaksanakan pada bulan April yang lalu.

Selanjutnya Bidang PHU Kementerian Agama Propinsi Banten mempersiapkan juga data data calon jemaah haji yang berhak melunasi BPIH tahun 1`434 H / 2013 M, yang akan dijadikan acuan bagi Kementerian Agama Kab./Kota serta KUA Kecamatan dalam pelaksanaan bimbingan manasik haji serta proses pembuatan paspor di imigrasi. Tak kalah penting persiapan yang dilakukan oleh masing-masing Kementerian Agama Kabupaten/Kota adalah koordinasi mengenai transportasi pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dari daerah asal ke Embaraksi pulang pergi dengan Pemerintah Daerah masing-masing, karena mulai dari tahun lalu seluruh Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota telah menganggarkan biaya transportasi jemaah tersebut dari APBD masing-masing.

Kami mengharapkan seluruh persiapan yang telah dan akan dilaksanakan Bidang PHU Kanwil Kemenag Prop. Banten, benar-benar dipersiapkan secara matang hal ini untuk menghindari permasalahan-permasalahan yang mungkin akan terjadi pada pelaksanaan penyelenggaraan haji tahun ini, ujar Kepala Bidang PHU Bazari Syam di ruangannya. Jadi, secara dini kita harus bisa mendeteksi apa permasalahan yang mungkin akan terjadi, apabila sudah dideteksi sejak dini, maka permasalahan-permasalahan tersebut dapat dihindari.

Selanjutnya Kabid PHU Bazari Syam menuturkan kepada Dinamika Ummat bahwa pendaftar haji di Provinsi Banten sampai dengan tanggal 10 April 2013 sebanyak 89.451 orang. Ini artinya telah terjadi antrean calon jemaah haji kurang lebih 10 tahun kedepan, apabila masyarakat mendaftar haji saaat ini, maka dia akan berangkat sepuluh tahun kemudian. Berdasarkan hal tersebut Bazari Syam mengingatkan kepada seluruh calon jemaah haji Propinsi Banten untuk berhati-hati terhadap oknum-oknum baik oknum di Kementerian Agama maupun yang lainnya yang menjanjikan dapat memberangkatkan haji lebih cepat, karena telah banyak informasi yang masuk ke Bidang PHU banyak calon jemaah haji yang tertipu oleh ulah oknum-oknum tersebut.(bid.PHU)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.129090 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 384597
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.