Senin, 5 November 2012, 11:51 – Kankemenag
SELEKSI CALON KEPALA MADARASAH TSANAWIYAH NEGERI DI LINGKUNGAN KEMENAG KOTA SERANG

KOTA SERANG, KEMENAG. Senin (5/10) Kementerian Agama Kota Serang melaksanakan kegiatan Seleksi bagi Calon Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri di lingkungan Kantor Kemenag Kota Serang. Hadir dalam acara ini Tim Seleksi dari MDC Provinsi Banten dan Pejabat di lingkungan Kemenag Kota Serang di antaranya Kepala Kantor, Kasubbag TU, Kasi Pendis, Penyelenggara Zakat dan Wakaf. Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan dalam mengikuti Seleksi ini. Tahapan Seleksi tersebut terdiri dari Test Tertulis dan Presentasi Makalah yang sebelumnya sudah dibuat oleh peserta. Makalah tersebut selanjutnya akan diuji langsung oleh tiga orang panelis yang terdiri dari Prof. Dr. H.M.A. Tihami, MA. MM., Dr. Naf’an Tarihoran, M.Hum, dan Dr. Fakih Abdullah, M. Ed. dari Kementerian Agama RI Jakarta. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten, Drs. H. Iding Mujtahidin, M.Pd.

Dalam sambutannya, H. Iding berpesan bahwa kepala madrasah jangan pernah sekali-kali merusak system dan bekerja harus berdasarkan sistem, kepala madrasah juga memiliki keistimewaan yang berbeda dengan kepala sekolah dimana biasanya kepala madrasah sering dikenal dengan ustadz. Dalam kepemimpinan seorang kepala madrasah harus menganut pada filosofi dan karakter yang sudah lama dikenal dalam dunia pendidikan dimana kepala madrasah harus menganut filosofi Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani yang bermakna bahwa di depan menjadi teladan/contoh, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan. Hal ini tentu saja bagi seorang pemimpin (red-Kepala Madarasah) akan mempermudah tujuan dalam kepemimpinan. Kompetensi yang dimiliki kepala madrasah bukan hanya sekedar memberi teladan, akan tetapi harus menjadi teladan, bukan pula hanya sekedar memberi contoh, akan tetapi harus menjadi contoh, tegasnya.

Lanjutnya, dalam pelaksanaannya bahwa seorang Kepala Madrasah itu tidak boleh bergantung pada seseorang dan sudah seharusnya ia berpegang pada system dan aturan yang ada di sekolahnya, sehingga dalam pengelolaannya akan berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang ada. Seorang kepala madrasah pun dituntut untuk selalu dermawan dalam pengertian bukan hanya dermawan secara materil ataupun dalam bentuk uang, akan tetapi dermawan itu membuat orang disekitarnya menjadi senang karenanya. Yang tidak kalah penting bagi seorang kepala madarasah yang harus dimiliki adalah kejujuran, karena hal itu merupakan mata uang yang akan mengantarkan si pemiliknya menjadi sukses dan berhasil. Beliau juga mengingatkan dan mengajak kepada seluruh peserta Seleksi calon kepala madrasah “taatilah aturan dan sistemnya serta jangan pernah tergantung kepada orang” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, beliau menyambut baik adanya Seleksi bagi Calon Kepala Madrasah yang di selenggarakan oleh Kemenag Kota Serang dan menaruh harapan besar kepada kepala madrasah untuk memiliki beberapa kompetensi di antaranya yang beliau utarakan adalah kompetensi intelektual, kompetensi manajerial, kompetensi sosial (red-dalam perkataan, perbuatan, dan perilaku sosial yang baik), dan komptensi spiritual yang diwujudkan dalam bentuk al-akhlakul karimah.

Kepala madrasah dituntut mampu memobilisasi seluruh sumber daya madrasah untuk mencapai tujuan madrasah secara maksimal. Karenanya dibutuhkan figur seorang kepala madrasah yang memiliki sejumlah kompetensi dengan fungsi utama menciptakan situasi yang menjamin proses pembelajaran berlangsung dengan baik. (Humas/Syahbudin)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.046207 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 416619
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.