Rabu, 12 September 2012, 16:33 – Kankemenag
DIALOG TOKOH LINTAS AGAMA: “Nilai-nilai Agama sebagai Perekat Keharmonisan Antar Umat Beragama”

KOTA SERANG, KEMENAG (12/9). Nilai moral agama bagi bangsa Indonesia adalah segala sesuatu atau ketentuan yang mengandung petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidupnya menurut moral agama. Contohnya petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Sebagai bangsa yang mempunyai multi agama, keanekaragaman perilaku dan adat istiadat membuat masyarakat Indonesia mempunyai watak yang dipengaruhi oleh agama yang mereka anut. Sikap toleransi terus tumbuh dan berkembang dalam jiwa dan perilaku sehari-hari. Adanya kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran masing-masing, adalah bukti dan kenyataan yang ada dalam masyarakat.

Pemeliharaan kerukunan umat beragama baik di tingkat daerah, provinsi, maupun Negara merupakan kewajiban seluruh warga Negara beserta instansi pemerintah lainnya. Lingkup ketentraman dan ketertiban termasuk memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, menumbuh kembangkan keharmonisan saling pengertian, saling menghormati, saling percaya sesama pemeluk agama.

Kementerian Agama sebagai Instansi Pemerintah yang dalam salah satu misinya adalah meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama harus berperan aktif menjadi fasilitator dalam kegiatan yang dapat meminimalisir atau menghilangkan bibit konflik serta memperkuat kerukunan antar ummat beragama.

Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang misi Kantor Kementerian Agama Kota Serang dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan Kerukunan antar umat beragama, maka Kemenag Kota Serang menyelenggarakan Kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama Tahun 2012 pada hari Rabu, 12 September 2012 bertempat di Rumah Makan “S” Rizki, Jl. Jenderal Sudirman No 14 Ciceri Kota Serang Banten. Tema yang diangkat dalam Dialog kali ini adalah “Nilai-nilai agama sebagai perekat keharmonisan antar umat beragama”.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kementerian Agama bersama Tokoh-tokoh Lintas Agama dalam mewujudkan dan memelihara hubungan yang tertib dan harmonis antar umat beragama di Kota Serang. Kegiatan ini diikuti oleh 23 orang peserta yang terdiri dari berbagai Tokoh Lintas Agama, Lembaga Keagamaan, FKUB, FPLA, pejabat di lingkungan Kemenag yaitu Kasubbag TU, Kasi Haji, Penyelenggara Zakat Wakaf, dan Kepala KUA serta dari unsur muspida di Kota Serang yaitu KODIM 0602 Serang, POLRES Serang, dan Kesbangpol Linmas Kota Serang. Dandim 0602 Serang, Letkol Inf. Nur Wahyu Widodo dalam sambutannya berpesan tentang pentingnya wawasan kebangsaan, wawasan nusantara, ketahanan nasional, manajemen konflik dan kewaspadaan nasional serta moral akhlak dan kerukunan hidup umat beragama. Untuk memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Serang setiap umat beragama harus berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, tambahnya. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Serang, Drs. H. Mahmudi, M. Si. Narasumber pada kegiatan ini adalah Kepala Kantor Kemenag Kota Serang, Drs. H. Mahmudi, M. Si yang menyampaikan Peran Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di Kota Serang., Ketua FKUB Kota Serang, Dr. H. Asnawi Syarbini, MPA, tentang Peran FKUB sebagai fasilitator dalam meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di Kota Serang, dan Dr. H. Amas Tadjuddin, S. Ag., MM. membahas tentang pengembangan peran strategis nilai-nilai agama sebagai perekat kerukunan umat beragama.

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi tokoh lintas Agama dalam mewujudkan keharmonisan antar ummat beragama di Kota Serang, meningkatkan kualitas kerukunan ummat beragama, mengembangkan semangat dialogis antar umat beragama guna menekan potensi konflik yang mengatasnamakan agama, dan mengembangkan peran strategis nilai-nilai agama sebagai perekat kerukunan.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bahwa di Kota Serang terpeliharanya kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama sehingga dapat terhindar dari bibit-bibit konflik yang mengatasnamakan agama yang berpotensi membuat ketidak harmonisan di kalangan umat beragama. Hal ini salah upaya mempersamakan persepsi di tengah umat beragama sehingga berbagai peristiwa yang terjadi dapat disikapi dengan hati dan pikiran yang jernih yang mengacu pada nilai-nilai agama yang benar. (Humas/Syahbudin)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.037371 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 436095
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.