IGRA Tangsel Adakan Rapat Kerja dan Tarhib Ramadhan 1439 H


SETU (Inmas_Tangsel) – Ikatan Guru Raudhaatul Athfal (IGRA) Tangsel, pada Senin (14/05/2018) mengadakan Rapat Kerja (Raker) Pengurus IGRA dan Tarhib Ramadhan 1439 H, bertempat di MTs Al-Amanah, Setu, Tangerang Selatan.

Acara dihadiri oleh Ketua IGRA Tangsel, Hj. Aat Muslihat, Ketua Majlis Hikmah IGRA, Hj. Nurhayati, para pengurus IGRA Tangsel, dan Kepala RA sekota Tangsel.

Dalam sambutannya, Hj. Nurhayati mengucapkan terima kasih dan selamat atas diadakannya acara tersebut. Dirinya memohon maaf bila terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun yang tidak, sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Hj. Nurhayati, yang juga sebagai Kabid Koperasi Dinkop dan UKM Kota Tangsel, menawarkan kepada pengurus IGRA Tangsel untuk mendirikan koperasi.

“Mungkin anggota IGRA Tangsel banyak yang memiliki Usaha Kecil Menengah, sehingga nantinya dapat dijual di koperasi IGRA, tentunya akan bermanfaat bagi semua,” ungkapnya.

Sementera itu, Ketua IGRA Tangsel, Hj. Aat Muslihat menjelaskan tentang program kerja IGRA Tangsel untuk beberapa bulan ke depan, di antaranya kegiatan pasca Idul Fitri dan praktek pelatihan manasik haji bagi seluruh peserta didik RA se-kota Tangsel.

Setelah Rapat Kerja selesai, acara dilanjutkan dengan siraman rohani oleh H. Azharul Fuad Mahfudh. Dalam tausiyahnya, dirinya menjelaskan tentang persiapan menghadapi Ramadhan, yaitu persiapan jasmani, rohani, maal (harta), dan fikri (keilmuan).

“Ramadhan adalah bulannya Al-Qur`an, bulan untuk merayakan Al-Qur`an. Maka, orang yang berpuas Ramadhan tapi tidak membaca Al-Qur`an selama Ramadhan, maka puasanya kurang bermakna,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fuad menjelaskan tentang keharusan memperbanyak doa di bulan suci Ramadhan.

“Ayat 186 dalam surat Al-Baqarah yaitu ayat tentang doa, adalah ayat yang berkaitan dengan puasa Ramadhan. Allah SWT menyuruh hamba-Nya untuk memperbanyak doa selama Ramadhan, dengan tujuan agar hamba-Nya senantiasa mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan syarat dikabulkannya sebuah doa, yaitu harus berusahan semaksimal mungkin melakukan segala perintah Allah, dan yakin akan janji Allah.

“Berusaha selalu melakukan sholat walau terpaksa di akhir waktu. Berusaha membaca Al-Qur`an walau hanya beberapa ayat. Berusaha bersedekah walau hanya dengan receh. Allah SWT akan menilai usaha kita dalam beribada. Insya Allah, jika kita selalu berupaya melakukan semua perintah Allah, insya Allah apa yang kita pinta akan segera dikabulkan,” ujarnya.

Di akhri tausiyahnya, H. Fuad menegaskan agar jangan putus asa dalam berdoa. Allah SWT berjanji akan mengabulkan setiap doa. Tapi kapan waktunya dan dalam bentuk apa, Allah SWT Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

“Kalau kita merasa bahwa doa-doa kita belum kunjung dikabulkan, bisa jadi kita belum siap menerimana, atau bisa jadi Allah SWT menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari apa yang kita pinta. Dan bisa jadi apa yang kita pinta ditunda di akhirat,” jelasnya.

Di surga nanti, tambahnya, ada seseorang yang begitu kaget menerima imbalan pahala yang begitu besar, padahal ia merasa tidak pernah melakukan ibadah tersebut sewaktu di dunia. Saat itu ada suara yang mengatakan, “Itulah ganjaran doa-doamu yang belum Aku kabulkan di dunia.”

“Seandainya manusia tahu bahwa ganjaran doanya lebih besar di akhirat, maka niscara semua manusia berharap doanya dikabulkan di akhirat saja, dan tidak mau dikabulkan di dunia,” tutupnya. (Fuay)

Sebelumnya Pelepasan Siswa MTs Darul Hikmah, Pamulang, Tangsel
Selanjutnya Surat Edaran Menpan RB Tentang Penetapan Jam Kerja ASN,TNI dan POLRI pada Bulan RAMADHAN