H. Ahmad Bazari Syam Secara Resmi Membuka Kemah Mahasiswa Lintas Agama


H. Ahmad Bazari Syam Bersama para Peserta Kemah Pramuka Mahasiswa Lintas Agama

Walantaka (Inmas Banten) – dengan mengusung tema, “Memperteguh Peran Mahasiswa Untuk Kedamaian Bangsa”, Subbag Hukum dan KUB pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten menggelar Kemah Mahasiswa Lintas Agama Tingkat Provinsi BantenTahun 2019. Kegiatan ini di laksanakan selama tiga hari Senin s/d rabu 02-04 Desember 2019 bertempat di Bumi Perkemahan Lebak Wangi Walantaka Kota Serang dan buka oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Banten H. Ahmad Bazari Syam pada Senin (02/12) . Hadir pada kesempatan ini Kasubbag Hukum dan KUB H. Ahmad bahir Gojali, Kasubag Informasi dan Humas Mokhamad Saikhu, para Peserta dan Panitia.

Kakanwil Kemenag Banten H. Ahmad Bazari Syam saat Memberikan arahan dan Membuka Kegiatan Kemah Mahasiswa Lintas Agama

Sesuatu yang terjadi hari ini bukan sesuatu yang datang dengan tiba-tiba dan kebetulan, Tetapi merupakan bagian dari sebuah proses yang direncanakan dengan matang. Proses itu dilakukan oleh manusia dan legislasi dari proses itu ditentukan oleh tuhan. dengan demikian ada dua sebenarnya dalam hidup ini, pertama kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi orang yang terbaik tetapi untuk menjadi tebaik bukan dengan berusaha saja, tetapi juga oleh kekuatan yang ada yaitu kekuatan tuhan yang maha esa. berusaha yang terbaik sebagai sesame manusia dan berusaha yang terbaik untuk menghamba kepada tuhan, sesuatu yang harus selalu berdiri, dan itu kunci kesuksesan, demikian dikatakan Kakanwil Kemenag Banten H. Ahmad Bazari Syam dalam arahanya.

Hidup dinegeri ini lanjut Kakanwil yang multi cultural, heterogen yang berbeda-beda suku bangsa, berbeda-beda bahasa berbeda-beda keyakinan dan Agama, ini perlu latihan supaya menerima kenyataan yang ada supaya apapun yang ada ditengah-tengah kita mendatangkan kenyamanan dan ketenangan. Kalau orang tidak menerima perbedaan ril dalam sebuah rumahtangga dari lingkup keluarga saja ada yang kakanya ganteng tapi adiknya jelek padahal ayah dan ibunya sama tapi berbeda, tuhan menciptakan kita berbeda-beda dan kita harus menerima perbedaan itu, memang urusan menerima sesuatu yang berbeda itu sulit, apalagi terkait dengan kehidupan umat beragama, katanya

Kakanwil menjelaskan oleh karena itu latihan pada kesempatan ini dalam bentuk kemah Mahasiswa Lintas Agana bukan dimaksudkan untuk melemahkan orang dalam menjunjung tinggi nilai-nilay Agama tetapi bagaimana membuat situasi yang nyaman ketika orang lain menjalankan ibadah sesuai dangan agamanya kita berada pada pos yang lain, sederhananya ketika kita mengamalkan agama maka harus tertanam dalam diri kita bahwa ternyata ada orang lain yang berbeda keyakinan agama dengan kita, sehingga tidak ada yang saling ganggu menggangu dalam menjalankan peribadatan. Bahkan di Banten ini dulu Sultan Hasanudin membangun Masjid agung dan dibelakangnya berdiri Klemteng umat Budha bahkan dekat Masjid Agung Atsauroh didepanya berdiri gereja Umat katolik, ini yang menghawatirkan kedepan tidak terawatt dengan baik di bumi Banten ini. jadi saudara-saudara bertugas bagaiman merubah pola ini supaya bersamaan keberagaman diantara kita tetap terjalin. Kata orang katolik kami umat jatolik, kata orang Islam kami umat islam dan kata umat lainnya kami-kami-kami dan seterusnya maka rubahlah menjadi kita bukan kami kami beragama tetapi kami Indonesia, jelas Kakanwil

“Karena itu mari kita bangun keberagaman, kami beragama kami Indonesia mari kita bangun keberagamaan, mari kita bangun konsep ini sehingga kita bergerak bersama berjuang bersama  sehingga tidak ada lagi sekat diantara kita, kita adalah sama-sama manusia skat keyakinan hanya ada pada diri kita dengan tuhan, kalau wilayah keyakinan itu memang harus ada skat tidak perlu menjadi jurang pemisah, bisa jadi seorang suami dan istri mempunyai keyakinan yang berbeda”, katanya.

Kakanwil meminta berkumpulya para mahasiswa di sini bersama-sama, bercampur, berbaur bagaimana merubah pola kami menjadi kita karena kakanwil meyakini saudara-saudara yang menjadi aktipis pada giliranya tidak menutup kemungkinan menjadi tokoh-tokoh diagamanya masing-masing. Sekalilagi bukan pelemahan terhadap nilai-nilai Agama tetapi bagaimana kita menjadikan agama sebagai sumber motipasi lahirnya kebersamaan, dia juga meminta untuk membuat jargon dimana-mana sebagai mahasiswa tentunya juga sebagai insan akademik sebagai intelektual muda dikampus kampus gelorakan itu bagaimana saudara-saudara yang aktif di organisasi kemahasiswaan melahirkan generasi-generasi yang beragama, yang menjunjung tinggi nilai-nilai Agama tetapi juga menjugjungtinggi dan menghormati nilai-nilai keberagaman dan tunjukan bahwa semangat keberagamaan itu harus juga ditunjang oleh keberagaman, keberagaman kita harus juga di ikatkan dengan keberagamaan kita, keberagamaan kita itu tidak boleh menapikan keberagaaman dan keberagaman kita harus selalu didasarkan kepada keberagamaan, tutup Kakanwil.

Sebelumnya Kasubbag Hukum dan KUB H. Ahmad Bahir Gojali dalam laporannya mengatakan kegiatan ini bukan sebagai berkumpulnya anak-anak muda atau mahasiswa tetapi juga lebih sebagai sarana diskusi mengenai dinamika dan berbagai persoalan keagamaan ditanah air ini khususnta di Provinsi Banten bahkan mereka juga akan dilibatkan secara aktif untuk mencari solusi atas problematika keagamaan dan memajukan kerukuna yang ada di Provinsi Banten ini, juga kegiatan KMLA ini dijadikan sebuah momentum untuk menumbuhkan semangat kebagsaan, katanya.

kasubbag Hukum dan KUB berharap makin mencairnya suasana nanti tentunya sekat-sekat antar lembaga antar Agama tidak terlihat lagi bahwa kita semua anak-anak Bangsa, yang ingin membangun negeri ini menjadi yang lebih baik lagi. Selanjutnya Ia juga berharap bahwa keragaman dan kemajemukan tidak semestinya menjadi pembangkit konplik tetapi justru bisa menjadi pemicu rekatnya persaudaraan, keakraban antar sesama lalu menjadikan kedamaian di negeri tercinta ini, tutup Kasubbag Hukum dan KUB. (Inmas/Uq)

 

Sebelumnya MTs DIEN EL-HAYAT RAIH JUARA 2 KEPALANGMERAHAN DAN TANDU DARURAT
Selanjutnya SELEKSI CALON ANGGOTA BAZNAS PERIODE 2020-2025