GANDENG POLDA BANTEN, KEMENAG PANDEGLANG SOSIALISASIKAN SABER PUNGLI


Pandeglang (Humas kemenag) – Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang bekerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyelenggarakan sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Jum’at (29/11/2019) di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta, terdiri dari kepala KUA kecamatan, kepala tata usaha madrasah negeri dan ketua KKM MI dan MTs se-Kabupaten Pandeglang.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang H. Endang, Wakapolres Pandeglang Kompol Heri Wahyu Mandung, ketua UPP Satgas Saber Pungli Provinsi Banten I Nyoman Labha Suradnya, perwakilan Kejaksaan Tinggi Banten Dayan Sirait dan Bahrudin dari Inspektorat Provinsi Banten.

Kepala Kemenag Pandeglang H. Endang dalam sambutan pembukaannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolda Banten yang menginisiasi acara sosialisasi. “Ini kegiatan yang sangat positif. Mudah-mudahan banyak manfaat yang didapatkan oleh peserta dari sosialisasi ini,” harapnya.

Sedangkan Wakapolres Pandeglang Kompol Heri Wahyu Mandung menyampaikan pesan untuk mengikuti apa yang akan dipaparkan oleh tim dari UPP Polda Banten dalam sosialisasi tersebut. Menurut Wahyu, dewasa ini penyelewengan di berbagai instansi kian banyak terjadi. Salah satu contohnya dalam pengelolaan dana BOS yang sering disalah gunakan oleh oknum tertentu. “Maka berhati-hatilah dalam mengambil tindakan,” pesan Wahyu.

Sementara itu, Ketua UPP Satgas Pungli Provinsi Banten I Nyoman Labha Suradnya, menjelaskan pungli sering terjadi akibat dari keserakahan oknum yang tidak bertanggung jawab, adanya kesempatan dalam kewenangan yang dilakukan serta kebutuhan yang tidak sesuai akibat tidak seimbangnya pendapatan dan pengeluaran. Untuk itu, harus dilakukan langkah penindakan agar pungli dapat diminimalisir, sebab dampak pungli yang terjadi bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintahan. “Ke depan semoga kita semua benar-benar bisa memberantas pungli, agar Indonesia bebas dari pungli,” tambahnya.

“Pungli yang sudah akut ini sangat membahayakan karena bisa merusak kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pelaku pungli mesti dibuat jera agar tidak terulang lagi. Kita semua harus membiasakan yang benar dan jangan membenarkan yang biasa,” timpal Dayan Sirait dari Kejaksaan Tinggi Banten.

Sedangkan Bahrudin dari Inspektorat Provinsi Banten berharap agar penilaian Integritas tentang pungli dapat tersampaikan kepada anak-anak di rumah maupun di sekolah. “Agar kelak generasi penerus bisa memusnahkan pungli sehingga kehidupan di masyarakat ke depan berlangsung damai, tentram dan sejahtera,” harapnya.

Sebelumnya Tingkatkan Mutu Guru, MGMP B. Indonesia Tangerang Komitmen Maju
Selanjutnya KEMENAG PANDEGLANG ADAKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM