FSLDK Se-Provinsi Banten Gelar Konser Kemanusiaan Peduli Palestina dan Suriah


CIPONDOH (Inmas_Tangsel) – Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) se-Provinsi Banten, menggelar diskusi dan konser kemanusiaan peduli Palestina dan Suriah, pada Ahad (07/05/2017), bertempat di Yayasan Asy-Syukriyyah, Cipondoh, Kota Tangerang.

Bertindak sebagai narasumber, Humas Polda Banten, AKBP Zaenudin Kabid, Kasi Bimas Kemenag Kota Tangsel, H. Abdul Rojak, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten, H. Boni Muzoffar, dan dari BNN Banten, Sudaryan.

Ketua Puskomda FSLDK Banten, Rofiq Nawawi, menyampaikan bahwa sekarang ini umat Islam khususnya di Indonesia disibukkan oleh situasi politik dalam negeri, sehingga melupakan kondisi saudara-saudara muslim di belahan dunia yang lain. Terkait kondisiPalestina dan Suriah yang terus berduka, dirinya menilai bahwa penegakan perdamaian dunia omong kosong, mengingat masih banyaknya rakyat sipil yang tewas.

“Karenanya, FSLDK di seluruh Indonesia terus melakukan aksi kemanusiaan peduli Palestina dan Suriah. Ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia atas tragedi penyerangan terhadap masyarakat sipil yang terjadi di Palestina dan Suriah,” jelas Rofiq.

Rofiq juga mengimbau agar umat Islam Indonesia harus menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap saudara-saudara muslim di Palestina dan Suriah, baik dalam bentuk aksi, protes, atau menggalang dana.

“Aksi ini merupakan wujud tanggung jawab kita sebagai Muslim kepada saudara di belahan bumi mana pun,” tegasnya.

Dalam acara ini, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel, H. Abdul Rojak, menyampaikan materi dengan judul: “Optimalisasi Lembaga Dakwah Kampus”.

Dalam paparannya, H. Rojak menyampaikan bahwa Lembaga Dakwah Kampus berdiri atas gagasan M. Natsir yang merupakan ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia/DDII. Lembaga Dakwah Kampus yang bergerak di bidang dakwah Islam ini muncul pada era tahun 60-an, kampus merupakan inti kekuatannya, dan warga civitas akademika adalah objek utamanya. Ditinjau dari struktur sosial kemasyarakatan, mahasiswa dan kampus merupakan satu kesatuan sistem sosial yang mempunyai peranan penting dalam perubahan sosial peri-kepemimpinan di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan dari potensi manusiawi, mahasiswa merupakan sekelompok manusia yang memiliki taraf berpikir di atas rata-rata.

Menurutnya, dakwah akan berhasil jika melibatkan tiga komponen masjid, yaitu masjid masyarakat, masjid kampus Perguruan Tinggi, dan masjid di lembaga-lembaga pendidikan Islam seperti Pondok Pesantren.

“Lembaga Dakwah Kampus (LDK) memiliki peran yang sangat strategis dalam memajukan dakwah Islam, karena LDK berada di kampus dan Perguruan Tinggi sebagai pusat aktivitas, pusat informasi, pusat pergerakan, dan pusat keilmuan. LDK merupakan sumber rekruitmen generasi Islam Intelektual-Mandiri yang secara tidak langsung mendukung suksesnya perkembangan Islam, Ilmu pengetahuan, dan teknologi,” jelasnya.

Rojak juga menambahkan bahwa Lembaga Dakwah Kampus harus menjadi agent perubahan di masyarakat dan keberadaan lembaga dakwah kampus harus terasa manfaatnya bukan hanya untuk mahasiswa kampus, tapi juga untuk masyarakat umum.

“Dengan demikian, kedudukan mahasiswa sangat strategis dalam mengambil peran yang menentukan keadaan masyarakat pada masa depan. Perubahan masyarakat ke arah Islam terjadi apabila pemikiran Islam telah tertanam di masyarakat itu. Dengan berbagai potensi strategis kampus, maka tertanamnya pemikiran Islam di dalam kampus melalui dakwah Islam diharapkan dapat menyebar secara efektif ke tengah-tengah masyarakat,” paparnya.

Konser Kemanusiaan Peduli Palestina dan Suriah ini dimeriahkan oleh Izzatul Islam, special performance oleh Tim Nasyid As-Syukriyyah. (#Fuay | #Nana)

Sebelumnya Kota Tangsel Terpilih Menjadi Lokus Benchmarking Peserta Diklat Pim IV Angkatan XXX Kemenag RI Tahun 2017
Selanjutnya Kakanwil Lepas Kontingen PPMN III Banten Menuju Bangka Belitung