Evaluasi Penguatan Data Pendidikan Agama Islam (PAI)


Serang (Inmas Banten)-Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten menggelar kegiatan Evaluasi Penguatan Data Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Wisata Baru dimulai hari Rabu s/d Jum’at tanggal 04 – 06 Desember 2019 dan di buka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi H. Ahmad Bazari Syam pada Rabu, (04/12/19). Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) H. Encep Syaprudin Muhyi, para Kepala Seksi di lingkungan Bidang PAKIS, para Peserta dan Panitia.

Data merupakan kumpulan fakta yang menggambarkan kesuatu kejadian, untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat. Data yang dijaring harus akurat, tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan. Kementerian Agama melalui Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Provinsi Banten hadir melalui kegiatan Evaluasi Penguatan Data PAIdalam rangka mereview keterpaduan, keserasian dan keselarasan data pada program Pendidikan Agama Islam. Melalui kegiatan tersebut diharapkan kendala yang terjadi di beberapa tahun belakangan dapat teratasi dangan baik pada tahun-tahun selanjutnya, program, program PAI berbasis data dapat terlaksa dengan baik dan tepat sasaran. Demikian dikatakan Agin Danial dalam laporannya.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan evaluasi penguatan data PAI lanjut Agin Danial pertama Mengevaluasi pelaksanaan program data Pendidikan Agama Islam yang terlaksana;

Optimalisasi data pendidikan Agama Islam dalam rangka pelaksanaan Program-progran terkait.

Adapun peserta kegiatan Evaluasi Penguatan Data PAI terdiri dari operator Siaga pada Kemenag Kabupaten Kota se-Banten, FKG PAI TK Provinsi Banten, KKG PAI SD Provinsi Banten, MGMP PAI SMP Provinsi Banten, MGMP PAI SMA dan SMK Provinsi Banten dan dari unsure kanwil.

Kakanwil Kemenag Provinsi Banten H. A. Bazari syam dalam arahannya mengatakan sesungguhnya apa yang dilakukan, apa yang akan dikerjakan bahkan dalam skala makro kebijakan yang di ambil oleh pimpinan harus betul-betul berdasarkan kepada sumber data yang kongkrit dan valid. Pengambilan keputusan itu akan benar manakala ditunjang data Base yang dimiliki dengan benar.

Selanjutnya setiap tahun kita ini diminta data yang valid untuk menentukan arah  kebijakan pembinaan guru agama di sekolah tetapi dari setiap data yang diterima, setiap ganti pejabat maka bergantilah data yang diberikan, setiap bulan perbedaan triwulan maka setiap itu pula terjadi perubahan data yang signifikan. Guru Agama yang tercatat pada dinas pendidikan bisa berbeda dengan data guru agama yang tercatat di Bidang PAKIS pada Kanwil Kementerian Agama padahal orangnya itu-itu juga. Yang membedakan guru-guru Agama di sekolah  terutama data guru honorer, untuk itu Kakanwil mengharapkan agar mengambil data dari sumbernya langsung sehingga data itu menjadi sama.

“Pengetahuan agama tidak selalu berbanding lurus, orang yang memahami agama belum tentu berbanding lurus menjadi pengamal agama, karena agama bukan hanya intlektual pengetahuan semata tetapi agama adalah keyakinan yang direfleksikan dalam tingkahlaku kehidupan. Jangan-jangan semua guru agama lebih berkonsentrasi kepada bagaimana anak mengetahui agama bukan kepada bagaimana anak mampu mengamalkan nilai-ailai agama. Etika, al-akhlak itulah sebenarnya inti dari pengamalan ajaran agama dan al-akhlak tidak bisa diwariskan sebagai bahasa pokal dengan lisan tetapi al-akhlak itu hanya bisa ditularkan dengan suritauladan. Guru sekarang ini harus menjadi uswah/suritauladan anak, tutup kakanwil. (Inmas/Uq)

 

 

Sebelumnya Turnamen Futsal Puteri Kemenag Tangsel Resmi Dibuka
Selanjutnya KEMENAG LEBAK GELAR RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN REKRUITMEN PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS