Delapan Santri Pontren Tangsel Lulus Seleksi Beasiswa Akbid Bhakti Asih Ciledug Tangerang Selatan


CILEDUG (Inmas_Tangsel) – Delapan Santri Pontren Tangsel Lulus Seleksi Beasiswa yang diadakan oleh Akademi Kebidanan Bhakti Asih Ciledug Tangerang Selatan. Seleksi calon penerima beasiswa Akbid Bhakti Asih Ciledug Kota Tangerang ini berlangsung pada tanggal 28-29 Juni dan 9-10 Juli 2018.

Program beasiswa ini akan diberikan full selama 3 tahun (D3) untuk 30 santri Yatim dan Dhuafa berprestasi Pontren se-Banten. Dari 12 peserta asal Tangsel, 8 diantaranya dinyatakan lulus menerima beasiswa.

Akbid Bhakti Asih pada tahun pelajaran 2018-2019 merekrut calon mahasiswa antara lain jalur: Reguler (berbayar) dan jalur beasiswa 27 santri Yatim dan Dhuafa berprestasi dari pontren di Banten.

Program beasiswa ini bertujuan memberikan peluang bagi santri yatim dan dhuafa yang berprestasi yang tidak mampu dalam pembiayaannya. Oleh karena itu syarat beasiswa ini harus ada surat keterangan tidak mampu bagi calon penerima beasiswa.

Dalam mewujudkan bidan-bidan yang berakhlakul karimah melalui program beasiswa bagi santri Yatim dan Dhuafa berprestasi ini, Akbid Bhakti Asih bekerjasama dengan Kemenag Kanwil bidang Pakis Prop.Banten dan Kemenag Kab/Kota se-Banten.

Pelaksanaan seleksi dilaksanakan 2 tahap yaitu test tertulis dan wawancara, yang digelar pada tanggal 28-29 Juni 2018 di kantor Kanwil Kemenag Banten sebanyak 49 santri dan tanggal 9-10 Juli 2018 sebanyak 6 santri.

Kasi Pakis Kemenag Kota Tangsel, Muhammad Edi Suharsongko merasa bersyukur dan bangga atas lolosnya santri asal Tangsel mendapatkan program beasiswa ini.

“Saya terharu dan merasa sangat bangga dengan santri-santri pontren di Kota Tangsel, mereka lulus seleksi 2 test bersaing dengan 55 santri se-Banten. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan Bhakti Asih Ciledug Kota Tangerang telah memberikan kesempatan bagi santri berprestasi di Tangsel untuk mengenyam pendidikan Akbid secara gratis,” ujarnya.

Dirinya berharap kelak akan muncul bidan-bidan yang berakhlakul karimah dan memiliki wawasan keagamaan yang komprehenship. Bidan-bidan yang memiliki nilai-nilai religius mampu menjadi pendamping calon generasi penerus bangsa pada usia anak-anak pada masa “Golden periode” (Fuay)

Sebelumnya MTs & MA SE-KOTA CILEGON BERKEGIATAN DALAM MASA TA’ARUF SISWA MADRASAH (Matsama)
Selanjutnya Peran Strategis Pondok Pesantren Dalam Mewujudkan Tangsel yang Religius