Hoax Menjalar, Kemenag dan Polda Banten Deklarasi bersama Anti Hoax


SERANG Inmas – Untuk melaksanakan Kebijakan Menteri Agama RI melalui program strategis Sapa Penyuluh, Sub bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kementerian Agma Provinsi Banten adakan Pembinaan Sadar Hukum dalam Bermedia Sosial yang di ikuti para Penyuluh Agama dari semua agama delapan kabupaten dan kota bertempat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Selasa (13/3/2018).

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengajak para audiens yang notabene para penyuluh agama di Lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Banten menjadi penyuluh Kamtibmas dalam menanggulangi informasi hoax yang merebak di dunia maya. Sebab peran para penyuluh agama ini dipandang sangat strategis khususnya menghadapi situasi dan kondisi yang berkembang saat ini, terutama di wilayah Banten.

Salah satu contoh informasi  hoax yang sangat berbahaya diantaranya isu Presiden berpaham komunis, padahal Saya tahu betul beliau sangat Agamis karena Saya cukup lama bersama Beliau. Selanjutnya dia menambahkan. Dikeluarganya, Beliau selalu menjadi Imam Sholat, Puasa Senin – Kamis Beliau sangat rajin bahkan belakangan kita juga menyaksikan bagaimana Bapak Presiden dipercaya menjadi Imam Shalat dalam kunjungannya di Afganistan. Saya sangat prihatin, dimata dunia Presiden kita dikenal sangat Aktif dalam menjaga perdamaian khususnya di Negara-negara Islam di Timur Tengah, sehingga Beliau sangat disegani namun di dalam Negeri masih banyak pihak yang tidak bertanggungjawab menyebar berita Hoax tentang Bapak Presiden. Ini sungguh ironi “pungkasnya.”

“Maka secara bersama-sama kepolisian dan tokoh agama di Banten dapat menjaga stabilitas dan kondusifitas keamanan wilayah Banten ini, agar masyarakat mendapat informasi yang baik, sehingga terhindar dari informasi hoax,” ujarnya dalam sambutan pada acara pembinaan sadar hukum dalam bermedia sosial dengan tema mewujudkan masyarakat yang baik dan bijak menggunakan media sosial yang diadakan oleh Sub Bagian Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Provinsi Banten.

Menurutnya di era digital ini, media sosial sudah banyak diwarnai ujaran-ujaran kebencian atau hatespeech, Fenomena ini harus dapat dicegah dan ditanggulangi agar ke depan ujaran kebencian tidak sampai merusak peradaban dan kultur budaya di lingkungan masyarakat.

“Berita bohong dan hoax mengarah pada perpecahan bangsa, apa lagi yang sudah berbentuk fitnah. Berita Hoax saat ini sedang menyerang masyarakat milenial, untuk itu kita jangan mudah terpengaruh dengan informasi yang belum jelas kebenarannya” ujar Kapolda

Dalam bermedia sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, lanjutnya, para penyuluh agama harus bijak dan mampu menyaring, informasi yang beredar di media sosial.

“Kita harus mampu memanfaatkan media sosial dengan positif dan bijak. Jangan sampai kita membuat pesan dan status media sosial yang dapat menimbulkan konflik dan keresahan di lingkungan masyarakat. Jadi edukasi masyarakat dan pastikan informasi yang beredar bisa dipahami dan menjadi benar di masyarakat. Tanyakan ke kami, bila itu berkaitan dengan hukum. Sebarkanlah informasi yang benar dan memberikan solusi damai,” pungkasnya

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, H. Bazari Syam mengatakan para penyuluh agama di lingkungan Kanwil Kemenag Banten yang berjumlah 1.602 orang, 1.331 diantaranya penyuluh Islam, 109 penyuluh Budha, 51 penyuluh Hindu, 70 penyuluh Kristen, dan 41 penyuluh Katolik. Menurutnya penuyuluh agama merupakan para tokoh agama yang bertugas menyampaikan pesan agama ditengah-tengah masyarakat.

“Untuk itu kami minta kepolisian bersama-samar memberikan pembinaan sadar hukum dalam bermedia sosial kepada para penyuluh. Sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang baik dan bijak dalam menggunakan media sosial. Agar tidak menimbulkan perpecahan umat dan bangsa,” katanya.

Kakanwil juga mengingatkan pada para penyuluh agama, informasi yang terima dari media sosial harus di saring kebenarannya jangan sampai informasi hoax merusak sistem komunikasi dan membuat perpecahan umat. Salah satu contoh “Banyak suami istri yang berpisah, keluarga rusak karena beragam informasi di media sosial yang menyesatkan. Untuk itu kita harus rajin tabayun,” ungkapnya.

Jika mendapat informasi dari berbagai media sosial yang belum jelas keteranganya, Kakanwil berpesan pada semua penyuluh agama agar menyaring informasi sebelum disebar ke masyarakat luas, maka “SARING SEBELUM SHARING, jika dalam hadits kita dianjurkan untuk berkata yang baik atau lebih baik diam maka dalam konteks bermedia sosial saya pesan agar gunakan jari dengan baik atau tidak sama sekali, Jadi mulai saat ini harus bijak dalam bermedia sosial,” tutupnya.

Kegiatan ini diwarnai dengan pengambilan video Deklarasi pesan bersama menangkal Hoax. Dalam video tersebut tampak Kapolda dan Kepala Kanwil Kemenag Banten berapi-api ditengah ratusan penyuluh agama dan tamu undangan menggelorakan pesan Tolak Hoax demi kedamaian. Video tersebut rencananya akan disebarluaskan melalui media sosial sebagai pesan edukasi masyarakat.

Sebelumnya KEMENAG LEBAK GELAR SOSIALISASI DAN PEMBINAAN KURIKULUM 2013
Selanjutnya Penyerahan Master Soal USBN Pendidikan Agama Islam jenjang SMP dan SD di Kota Tangerang Selatan