93 Operator BMN Mengikuti Kegiatan Pelaporan Barang Milik Negara pada satker


Kakanwil Kemenag Banten saat memberikan arahan dan membuka kegiatan Pelaporan BMN pada Satker

Anyer (Bag Umum)- Sebanyak 93 orang Operator BMN terdiri dari utusan dari Kanwil Kemenag Banten dan Kemenag Kabupaten Kota se-Banten, utusan dari madrasah dari semua Jenjang MIN, MTsN dan MAN, utusan dari STABN dan utusan dari UIN SMH Banten mengikuti kegiatan Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) pada Satuan Kerja di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten. Kegiatan tersebut di buka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten H. A. Bazari Syam, Kamis (15/3). Hadir pada kesempatan tersebut Kasub Bagian Umum pada Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Banten H. Samsudin, para Panitia dan seluruh Peserta.

Dalam  laporannya Solihin mengatakan ada beberapa permasalahan yang menjadi target Pemeriksaan BPK yang pertama rekonsiliasi masih terdapat selisih dengan SIMAK, SIMAN, SAIBA dan E-Rekon, kedua Dokumen tanah BMN yang masih banyak permasalahan ketiga likuidasi Satker Madrasah  Ibtidaiyah Negeri, keempat Penilaian dan Inventarisasi Barang Milik Negara (BMN), kelima Penghapusan Baranag Inventaris.

Adapun tujuan dan sasaran pada kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan teknis para operator sehingga mampu menyajikan laporan Barang Milik Negara (BMN) yang akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama Kakanwil Kemenag Banten H. A. Bazari Sayam dalam arahannya mengatakan Penata kelolaan dan inventarisir Barang Milik Negara (BMN) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Kalau penataan BMNnya tidak benar atau tidak baik maka pasti akan berinplikasi kepada laporan keuangannya tidak baik. Kalau laporan keuangannya tidak baik apalagi disclaimer dalam opini BPK maka ini menunjukan Kementerian atau lembaga tersebut masih sangat jauh dari harapan.

Tujangan Kinerja (Tukin) di Kementerian Agama baru mencapai 60% belum mencapai 80% kenapa? karena ada persoalan-persoalan yang terkait dangan inventarisir BMN. Sesungguhnya tunjangan kinerja yang diberikan oleh pemerintah sejatinya harus berbanding lurus dengan apa yang telah diperbuat untuk Negara. Ini semua akan menjadi persoalan secara keseluruhan di Negara kita, tidak menutup kemungkinan tukin tersebut di hapus sama dengan tunjangan profesi guru karena tidak ada implikasi kepada peningkatan kualitas pendidikan ini yang harus disadarkan oleh semua kepada seluruh aparatur di Kementerian Agama.

Kakanwil mengingatkan hidup ini kalau orientasinya materi atau penghasilan maka tidak akan menghasilkan yang terbaik dalam kehidupan. Kalau orientasinya kepada hal tesebut maka dalam bahasa kampong materi itu tidak didapat, hidup tidak tenang, hidup tidak nyaman, bekerja serampangan dan malah menimbulkan persoalan. Kenapa guru-guru dahulu dengan honor terbatas bisa melahirkan anak-anak yang hebat anak-anak murid yang baik, dan kenapa orang-orang dulu bekerja dengan disiplin karena sesungguhnya bekerjanya dengan niat yang baik dan ikhlas dan ikhlas itu menjadi ruh, menjadi spirit utama dalam cara bekerja. Kalau bekerja dengan ikhlas maka akan bekerja dengan sungguh-sungguh, kalau bekerja itu ukurannya materi maka keikhlasan itu akan hilang. Ketika keikhlasan itu hilang dari diri maka bekerja itu tidak akan sesuai dengan harapan kebanyakan orang. Jadi tanamkanlah keikhlasan, apalagi ngurusin persoalan BMN ini luarbiasa ngejelimet.

Kakanwil menginginkan untuk menginventarisir BMN dan kalau sudah waktunya dihapu segera dihapus karena ini semua akan sangat berinplikasi kepada aset kekayaan Negara, karena ini masuk dalam rumpun Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) karena ini merupakan tolak ukur, juga adanya penertiban pada aset-aset pemerintah termasuk tanah, harus segera disertifikasi juga Penyusunan laporan BMN tahun 2018 betul-betul dilakukan dengan baik dan upaya-upaya yang dilakukan yaitu bagaimana penyusunan RKBMN tahun 2019 ini betul-betul dilakukan dengan baik dan juga tentu harus dilakukan secara bersama-sama diantara semua satker sehingga pada akhirnya semua kebutuhan barang yang diperlukan di Kantor dapat terpenuhi, terinventarisir, terdata dan tertata kelola dengan baik. Tidak boleh ada satupun barang yang tidak tercatat di SIMAK BMN, Karena ini akan menjadi persoalan, tutup Kakanwil. (Uki Marjuki).

 

 

 

Sebelumnya Subbag Umum Kanwil Kemenag Banten Menggelar Pembinaan Tata Naskah Dinas dan Kearsipan pada Satker
Selanjutnya KEPALA KANTOR, KEPALA SUBBAG. TU DAN KASI PENMA MONITORING PELAKSANAAN USBN